Senin, 15 Februari 2021

 



Konsep Dasar Sekolah Alam 

Sekolah alam adalah sekolah dengan konsep pendidikan berbasis alam semesta. Dasar dari konsep tersebut adalah al-Qur'an dan Hadits, bahwa hakikat penciptaan manusia adalah untuk menjadi khalîfah Allâh fî al-ardh. Dengan cara memberikan teladan (qudwah) kepada siswa, dimana fasilitator (guru) harus benar-benar paham prasyarat-prasyarat yang menjadi satu kesatuan dalam pembinaan para siswa; yaitu memahami secara utuh dan benar cara tunduk kepada Allah SWT, memahami cara memimpin makhluk lain dan alam semesta sesuai dengan hukum dan syariat Allah, memahami cara tunduknya makhluk lain dan alam semesta kepada Allah SWT. 

Dengan demikian hakikat tujuan pendidikan adalah membantu anak didik tumbuh menjadi manusia yang berkarakter. Menjadi manusia yang tidak saja mampu memanfaatkan apa yang tersedia di alam, tapi juga mampu mencintai dan memelihara lingkungannya. 

Pola pendidikan sekolah alam memiliki beberapa karakteristik, yaitu : 


Belajar dari Semua 


Di sekolah alam, tidak hanya murid yang belajar. Gurupun belajar dari murid, bahkan orang tua juga belajar dari guru dan anak-anak. Di sekolah alam anak-anak tidak hanya belajar di kelas. Mereka belajar di mana saja. Mereka belajar tidak hanya dari buku tapi dari apa saja 

yang ada di sekelilingnya. Dan mereka belajar tidak untuk mengejar nilai, tapi untuk bisa memanfaatkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. 

Belajar dari kejadian di sekeliling kita sebenarnya banyak di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti diceritakan oleh Imam Muslim-- Rasulullah SAW melewati pasar yang di sisi-Nya banyak lalu lalang manusia. Beliau melewati bangkai anak kambing yang telinganya kecil, lalu beliau mengambilnya serta memegang telinga kambing tersebut, dan bertanya kepada para sahabat "Siapa yang mau membelinya dengan harga satu dirham?". Merekapun menjawab "Kami tidak mau membelinya sama sekali, apa yang bisa dimanfaatkan darinya?" Nabi pun menawarkan lagi: "Bagaimana kalau gratis?" merekapun menjawab "Demi Allah, sekiranya kambing itu hidup, ia merupakan aib, karena bertelinga kecil, bagaimana pula kalau dia sudah menjadi bangkai, maka beliau bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya dunia ini dalam pandangan Allah lebih hina dibandingkan bangkai ini dalam pandangan kalian".

Sekolah untuk Semua 


"Pendidikan untuk semua" bukan sekedar slogan di sekolah alam. Maknanya bahkan terasa jadi meluas. Di sini pendidikan benar-benar jadi tanggungjawab bersama antara yayasan, dewan guru, dan orang tua murid. Di sini juga terbuka peluang belajar bagi semua peserta didik baik yang cerdas, kurang cerdas, bahkan anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, pada sekolah alam tidak ada tes masuk untuk menyaring siswa dari tingkat kecerdasannya. Sebab sesungguhnya belajar pada sekolah alam itu adalah belajar untuk hidup dengan memfungsikan potensinya masing-masing bukan hanya sekedar untuk mencari nilai atau raport apalagi pangkat. Hal ini sangat selaras dengan yang dikenal dalam dunia pendidikan di kalangan sebagian ulama dengan ungkapan "man fâtahû al-kitâb, lâ yafûtuhû al-mihrâb wa man fâtahû al-mihrâb, lâ yafûtuhû al-adâb" (Barang siapa yang tidak mampu menjadi ahli ilmu maka dia masih bisa jadi ahli ibadah, kalaupun masih tidak sanggup jadi ahli ibadah maka dia masih bisa untuk menjadi orang beradab). Hasan Bashri Abu Bakar, Quthuf min al-Hadlârah al-Islâmîyah, ungkapan hikmah itu diucapkan oleh al-Habîb Muhsin ibn 'Alawî, masih berupa makhtûthât/manuskrip, tt., hlm. 151.


Bukan hanya peserta didik yang diajak belajar bersama, para orangtua pun juga diberi kesempatan untuk merasakan bagaimana nikmatnya belajar sepanjang hayat. Sejak tiga tahun yang lalu, Sekolah Alam Generasi Rabbani secara masif menggulirkan program School of Co-parenting. SCOPE bertujuan sebagai sarana sharing pengetahuan tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik, sarana mendapatkan ilmu dari para ahli pendidikan, sarana meningkatkan kemampuan sebagai orang tua di rumah, sarana silaturahmi bagi para orang tua, dan sarana menuju kesamaan visi dan misi pendidikan di Sekolah Alam Generasi Rabbani Gondanglegi.




Fun Learning 


Belajar di alam terbuka, secara naluriah akan menimbulkan suasana fun, tanpa tekanan dan jauh dari kebosanan. Dengan demikian akan tumbuh kesadaran pada anak, bahwa "learning is fun" dan sekolah identik dengan kegembiraan. Menurut Lendo Novo, tokoh penggagas 

Sekolah Alam, bahwa apa yang dia lakukan itu adalah hanya satu saja filosofinya yaitu bagaimana membuat anak manusia itu bahagia dalam setiap prosesnya. Apakah itu di sekolah, atau di rumah. Pada saat dia bahagia maka hatinya menjadi sangat bersih. Ketika hatinya sangat bersih maka ilmu apapun akan mudah ia serap.


Kurikulum Sekolah Alam Generasi Rabbani 

Kurikulum yang diterapkan di Sekolah Alam Generasi Rabbani adalah memadukan kurikulum DIKNAS dengan kurikulum Sekolah Alam dimana 70% mengedepankan akhlak. Pendekatan yang dilakukan yaitu dengan pendekatan kebutuhan yang disesuaikan dengan usia mereka masing-masing dengan orientasi mempersiapkan anak didik untuk lebih mandiri dalam mengatasi segala permasalahan kehidupan mendatang serta mengetahui nilai-nilai kehidupan.

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates