Selasa, 19 November 2019

 Bakat itu tidak tunggal. Kita tidak boleh berhenti menggali dan menemukan bakat kita tersebut. Melalui berbagai kegiatan yang beragam, kita akan menemukan aktivitas yang mana kita merasa punya kekuatan disana ketika melakukannya. Itu adalah salah satu tanda potensi kekuatan kita.
Untuk lebih akuratnya kita bisa mencoba tes talent mapping baik secara online maupun secara offline. Nanti kita bisa menganalisa perbandingan antara minat dengan bakat.
Pada Tes Talents Mapping, bahasan bakat seseorang akan dikelompokkan sebagai berikut:
♡ sifat produktif (ada 34 macam), 
♡ aktivitas produktif (ada 114 macam), 
♡ dan peran produktif (ada 30 macam)
Sebab begitu kompleksnya, maka kita perlu menganalisa lebih tajam dulu akan kekuatan yang kita miliki. Misal, kita suka pelajaran sejarah, kemungkinan bakat kita adalah Context, kita juga suka pelajaran  Matematika, kemungkinan kombinasi bakat kita adalah Analytical. Setelah itu dilihat kombinasinya dengan bakat lain, misalnya : kombinasi bakat analytical + deliberative + consistency akan memunculkan bakat kuat di bidang keuangan.
Kombinasi bakat Analytical + Restorative + Belief akan ada kemungkinan bakat sebagai dokter atau engineer

Bila bakat kita tidak cocok dengan minat yang ada, biasanya karena stimulasi yang kurang dilakukan, atau pengalaman hidupnya kurang beragam. Misalnya : bakat kita berkarir di bidang keuangan (analytical + deliberative), tapi pengalaman kita berorganisasi selalu menjadi sekretaris, dan kita merasa bahwa bagian keuangan tidak cocok bagi kita (sebenarnya karena kita tidak pernah punya pengalaman dalam bidang tersebut).
Maka, fokuslah pada kekuatan kita (7 bakat teratas). Gunakan itu untuk menemukan motivasi terkuat mengapa kita harus melakukan suatu kegiatan. 
Misal, seseorang  yang bakat competition nya lemah namun connectedness nya kuat, akan lebih susah diberi motivasi terkait perbandingan dengan orang lain, namun bisa dengan cara menyentuh aspek spiritualnya (pahala dan dosa, amanah, hikmah, dll).

 Adapun bakat yang sepertinya pernah kita miliki sewaktu kanak-kanak, sesungguhnya tidaklah hilang, melainkan menunggu trigger / pemicu untuk muncul kembali.
Sebagai ilustrasi: sewaktu kecil, seorang Bapak Andri Fajria pada kesempatan kuliah whatsapp pernah mengungkapkan bahwa beliau suka membaca dan membuat tulisan. Tulisan / karangan beliau sering dipuji oleh keluarga dan guru. Namun seiring berjalannya waktu beliau merasa tidak pernah mengembangkan secara khusus akan kemampuan tersebut. Tahun 2018 lalu, beliau bercerita kembali jika pernah bertemu dengan seorang kawan yang berprofesi sebagai penerbit. Penerbit ini menawarkan kerjasama untuk membuat buku bersama Bapak Andy ini, sehingga dapat terbitlah buku "Membangun Keluarga Sadar Bakat" dan "Talents Observation"

Ilustrasi lain: Ada seorang anak memiliki bakat "Musical Art", lebih spesifiknya yaitu memainkan alat musik gitar. Namun ayahnya berkeyakinan bahwa bermain musik (selain yang ditabuh) adalah suatu hal yang diharamkan dalam Islam. Maka sang ayah tidak mengizinkan anaknya tersebut mengikuti les gitar. Namun ternyata tanpa sepengetahuan orangtua, si anak  tetap belajar tentang alat musik yang disukainya secara non formal bersama teman-temannya. Suatu hari, si anak ikut serta tampil bermain musik di sekolah. Dari dialog sebelumnya, Si anak mengungkapkan bahwa ia merasa senang dan merasa sukses. Sayangnya, ketika ayahnya mengetahui hal tersebut, beliau sangat marah, dan melarang si anak untuk bermain gitar.
Si anak merasa sedih, tetapi ia sadar jika tidak ingin membuat ayahnya kecewa. Akhirnya si anak mencoba berkompromi dengan ayahnya, dan mencari benang merah. Sampailah pada keputusan bahwa si anak tetap akan bermain musik namun beralih untuk mendalami seni musik Islam yaitu acapella dan hadroh.

Kesimpulan :
Ada bakat yang terhalang dengan "Values Keluarga". Apabila bakatnya dianggap bertentangan dengan hal prinsip, maka anak sebaiknya dibujuk untuk berkompromi.

Apabila bukan menyangkut hal prinsip, maka orangtua bisa mendiskusikan bersama buah hatinya.

Apa kalian sudah terbayang tentang bakat masing-masing?

Dirangkum dari Kuliah Online bersama Bapak Andri Fajria pada grup whatsapp sadar bakat.

18 komentar

Waahh baru tau ilmu ini. Terimakasih sharingnya mba

REPLY

Kompromi tentang bakat harus disadari orangtua agar kelak tidak menimbulkan penyesalan, baik orangtua maupun si anak. Begitu ya mbak Zila?

REPLY

Noted. Izin save mbak����

REPLY

Saya dari SMA sudah senang bermusik mba, utamanya gitar, namun belajar secara otodidak saja. Dulu seingat saya kalo saya main gitar, kadang orang tua suka sedikit komplen (karena saya perempuan kenapa tak memilih menyanyi saja, malah bermain musik, bahkan dulu nenek bilang seperti pengamen, wkwk), namun saya nya bandel, heheh tetap aja gitu. Sekarang orang tua nampaknya dah mulai menyadari kalo ketertarikan saya memang di bidang itu, apalagi beberapa kali mereka melihat saya tampil, hihi dan sekarang mereka sudah maklum dengan kebiasaan saya itu, meski saya sudah sebesar ini, hahah

REPLY

Mendalami bakat emang menyenangkan tetapi menjadi sakit ketika bakat yang diinginkan kalah dengan apa yang dibutuhkan

REPLY

Semoga setelah mengikuti odop, saya jadi penulis berbakat ya mba, amin

REPLY

Insyaallaah begitu adanya. Wallahu a'lam

REPLY

Masyaallahu tabaarakallaah kakak

REPLY

Heeemmb... Nanti akan ada 4e terkait bakat... semoga Allah memudahkan

REPLY

Masya Allah, rasanya gak nyesel ikut odop. Banyak mendapatkan ilmu yang luar biasa. Terima kasih ilmu yang sudah dibagikan ya mbak 🤗

REPLY

Aku pun begitu mbak.. terima kasih ^^

REPLY

Seperti saya yang udah setua ini baru meyedari bakat saya di menulis. Padahal saya suka menulis sejak sangat kecil. Tapi better late than never, kan?

REPLY

Mungkin nggak ya, bakatku nulis sejak kecil?
#berpikirkeras.
Salam kenal ya Mbak

REPLY

Mungkin nggak ya, bakatku nulis sejak kecil?
#berpikirkeras.
Salam kenal ya Mbak

REPLY

Mungkin nggak ya, bakatku nulis sejak kecil?
#berpikirkeras.
Salam kenal ya Mbak

REPLY

Bakat aku makan kak. Wkwkwkkw mampir juga kak ke blog aku heheheh

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates