Senin, 05 Maret 2018

Begitu gelisah kesal terkicau

Sebelum lengkap petuah syahdu

Wujud kepedulian seorang prabu

Pada kehormatan sang raden ayu



Picik nian jikalau semua membisu

Menutupi permainan angkara nafsu

Meski bakal mengundang cemburu 

Tetap terberanikan asa mengadu

Lega berhasil merasuki kalbu

Mendengar desah seruan pilu

Musuh dipaksa tetap membisu


Gempita pucat meringkus sendu

Terdengar iba datang bertamu 


Mencari kemana perginya malu


Berharap sesal mampir kesitu


Namun jalanan teramat berliku


Kaku


Kelu

Gagu


Beradu


Apa daya pergugatan palsu


Semua krama dirasa tabu


Angkuh tak mau tahu


Tapi kebenaran gigih menyerbu


Lesu


Parau


Rindu


Haru


Harapan tak mulus melulu 


Tanjakan terjal mutlak terlampau


Menjadi lakon pertunjukan semu


Demi kunci pembuka pintu


Semoga tetap tercurah restu


Kasih nyata seorang ratu


Jagalah selagi mampu


Jangan mau sesal membelenggu


3 komentar

puisinya maknyus, bikin kening berkerut nih

REPLY

Uwuwuwuwu...
Pokoke semua pake u.
Mantapu...

REPLY

Bikin bertanya2 nih puisinya. Kalo kata cak Lontong "mikir!" 😁

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates