Selasa, 02 Januari 2018


Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:


قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Artinya :
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". Al-Baqarah ayat 32

Ayat itu Kita yakini sehebat apapun teori manusia, apapun teori itu... Sekali lagi apapun teori itu... Kalau memang benar, sebenarnya bukan hasil teori manusia, tapi hanya membuktikan kebenaran Hukum ketentuan Allah.


Dimulai dari awal penciptaan manusia.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Surat Al-Baqarah ayat 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ 

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'" Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau!" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”

Melihat ayat ini Sebelum Allah menciptakan manusia, Allah telah menciptakan para malaikat dan setan, serta alam semesta ini baru Allah menciptakan manusia yang bernama Adam. Dan ketika Allah selesai menciptakan alam semesta ini Allah mengatakan kepada semua makhluk bahwa akan Allah jadikan Adam alaihissalam  sebagai pemimpinnya di bumi, sontak semua kaget, dan justru yang pertama "tidak terima" adalah malaikat seolah-olah dia menyalahkan Allah, apa tidak pantas aku wahai Allah bukankan manusia suka berbuat kerusakan dan mengalirkan darah? Mereka  menyalahkan. Dan yang tambah parah lagi dia menyombongkan diri dihadapan Allah kami lebih pantas dari manusia, kami selalu bertasbih, memujaMu dan mensucikanMu. Namun apa yang Allah subhanahu wa ta’ala firmankan, justru  membela kita sebagai manusia.

Kalau begitu sudah pernah ada makhluk yang menjadi penghuni bumi sebelum nabi Adam diciptakan? 

Masih ingatkah ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di isra' mi'rajkan oleh Allah?.

 Apakah neraka sudah ada penghuninya dan surga juga sudah ada penghninya? Tentu surga neraka belum ada penghuninya. Tapi biidznillah telah diperlihatkan semuanya kepada Nabi Muhammad. Bahwa nanti begini begitu dan seterusnya. Husnudzan saja kepada Allah, saat Allah mengatakan mau menjadikan adam/manusia sebagai khalifah Allah pun seolah-olah memperlihatkan kepada malaikat keadaan di bumi nantinya seperti ini dan itu, lalu malaikat mengatakan seperti itu.
Jika melihat ayat ini tidak dibenarkan ketika ada teori nenek moyang kita adalah kera homosapien, pitikantropus erektus dan sebagainya.

Sekali lagi teori manusia kalah dengan kekuasaan Allah, kalau manusia itu hanya mengira-ngira, tetapi kalau Allah subhanahu wa ta’ala pasti terjamin kebenarannya.

Bagaimana dengan fosil yang ditemukan para peneliti, apa ada hubungannya dengan ayat ini?

 Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina." (QS. Al-Baqarah: 65)

Ayat itu terjadi pada Zaman Nabi Musa alaihissalam, dan sudah ada ketentuan dari Allah agar disetiap hari sabtu untuk beribadah, namu mereka melanggar aturan Allah, maka Allah mengadzab mereka menjadi kera dan meninggalpun masih menjadi kera. Semua itu sebagai pelajaran bagi kita akan ketentuan dan kekuasaan Allah.

Padahal yang di adzab Allah tidak hanya 1 orang, dan saat terjadi penggalian fosil bisa jadi Allah angkat tulang-tulangnya agar menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan diklaim oleh para penemu bahwa nenek moyang manusia adalah kera.

Biidznillah,  mayat Fir'aun saja utuh,  para hufadz pun jasadnya utuh walau sudah di kubur, kera-kera yang Allah adzabpun Allah angkat lagi untuk membuktikan kebenaran al-qur'an.

Adzab Allah kepada manusia yang melanggar perintah Allah tidak berlaku ketika Nabi Muhammad di utus ke bumi, kenapa?. Karena begitu cintanya Rasulullah pada umatnya agar Allah mengampuni dan menerima taubatnnya sebelum ruh ini sampai di tenggorokan. Dan Allah sendiripun menginginkan kita kembali dalam keadaan islam.

Wallahu alam bi shawab

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates