Sabtu, 27 Januari 2018

Bismillaah

Siapa sih yang tidak suka melakukan  aktivitas  bermain?.
Entah bermain hanya dengan dua jari ataupun bermain dengan menggerakkan seluruh tubuh.
Mulai dari balita, remaja, bahkan lansia sekalipun pasti suka, meski kadang ada saja pengecualian.

Apalagi kalau  bermain-main bersama komunitas di sela hiruk pikuk kepadatan aktivitas harian, rasanya tuh seperti ada sumbatan yang tiba-tiba melepaskan diri dari tugasnya menyumpal kesyukuran.

Begitupun saya yang masih suka melakukan aktivitas bermain, karena tidak dipungkiri jika usia masih tergolong kategori remaja (kadang dengar juga celetukan kalau terkategori seumuran anak-anak sekolah dasar).

Alhamdulillaah, aktivitas bermain masih bisa terasakan efek positifnya sampai jari mengetikkan tulisan ini. Saya masih bisa menikmati bagaimana rasa bahagia ketika  momentum lepasnya berbagai sumbatan itu.  Kabur tanpa kendali karena aktivitas bermain, sehingga hanya rasa syukur dan permohonan ampun yang terucapkan.

Sebut saja bagaimana efek bahagia yang saya rasakan akibat dari mengikuti  kegiatan bermain di tempat mengabdi hari ini. Sama seperti hari Sabtu di pekan-pekan sebelumnya, kegiatan bermain-main rutin ini diberi sebutan riyadhoh jasadiyah dengan salah satu tujuan untuk menjaga kebugaran tubuh para peserta.  Sejak pagi sampai sekarang pun masih saja terasa efek samping kegiatan tersebut. Semangat, hangat dan keringat mungkin tiga kata yang bisa mewakilinya.

Dimulai dari pukul setengah enam pagi, aktivitas permainan ini diawali dengan pemanasan. Sang pemandu memberi aba-aba seperti biasanya, gerakan-gerakan yang sudah umum  ditutup dengan lari mengitari lapangan hanya tiga kali saja (biasanya tuh lima putaran).
Dilanjutkan dengan senam ringan tanpa musik hitungan dua kali delapan.
Selesai itu, pemandu mengumumkan kegiatan selanjutnya adalah permainan outbound low impact. Ada beberapa permainan yang dilakukan hari ini, biasanya hanya satu atau dua saja.

Dalam permainan pertama para peserta diminta membuat grup dengan melakukan semua aba-aba yang disampaikan pemandu namun dilarang  berbahasa lisan. Kebahagiaan baru akan dimulai.
"Urutkan anggota regu sesuai dengan perintah saya!" Tegas pemandu.
"Siap?" Tanya pemandu spontan
"Siap!" Jawab peserta serempak
"Takbir!"
"Allahu Akbar"

"Pertama urutkan berdasarkan tahun lahir!"

Para peserta sontak terlihat kebingungan bagaimana bisa menyelesaikannya tanpa suara. Ada yang mulai mengatur strategi ada juga yang senyam-senyum membayangkan bagaimana keseruan ini akan terjadi.

"Satu, dua, tiga, mulai!" Seru pemandu.
Para peserta langsung lari kesana kemari untuk menyesuaikan posisi yang tepat.

Apa yang diharapkan pemandu ternyata tidak selamanya dilakukan peserta dengan baik, ada lengkingan suara bahkan tawa disana sini karena merasakan bagaimana rumitnya perintah ini.

"Stop!"
"Saya akan mengecek kekompakan regu kalian, sebelum kita lanjut pada klu selanjutnya!"
Berdebar juga ternyata, berharap cemas regu saya tidak sampai salah urutan, karena ada 'hadiah' bagi regu yang gagal.

Secara keseluruhan para peserta dengan mudah menyelesaikan permainan ini meskipun ada juga regu yang diganjar push up karena kesalahan seorang anggotanya.

Diakhir permainan, sang pemandu menyampaikan amanat pesan yang bisa dipetik dari permainan tersebut untuk kemudian dikaitkan dengan kehidupan nyata sosialisasi tim dalam kehidupan nyata. Muncul berbagai komentar ketika  dilemparkan pertanyaan ini kepada para peserta, ada yang menjawab kita sebagai tim harus jujur, strategis, patuh pada satu perintah, komunikatif dan seterusnya. Jawaban para peserta ini kebanyakan dibenarkan oleh pemandu karena memang seperti inilah gambaran pesan yang ingin disampaikan melalui permainan tersebut. Namun yang lebih ditekankan adalah bagaimana kita menjaga lisan kita sesuai dengan perintahNya agar selamat sampai akhir permainan. Sudah mengerti dong maksudnya.

Lanjut permainan kedua.
Bersambung....

#30harimenulis
#nonfiksi
#onedayonepost

2 komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates