Jumat, 19 Januari 2018

Bismillaah

Mengulang-ulang kisah para manusia pilihan tidak akan pernah membosankan, karena dari kisah-kisah seperti ini kita belajar bagaimana menjalani kehidupan yang sesuai dengan tujuan penciptaan.

Sebuah kisah tentang kepingan perjalanan hidup Nabi Shalih Alaihissalam berdasarkan perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
.
.
.
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melewati bekas
kampung-kampung Tsamud yang dibinasakan oleh Allah saat mereka menyembelih unta.

Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa Salam dan para sahabat berdiri di sumur yang dahulu didatangi oleh unta tersebut, dan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyampaikan kepada
mereka berita tentang tempat itu. Beliau mengetahuinya dengan pasti. Dari sanalah unta itu datang dan ia pun kembali dari jalan itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memperingatkan mereka agar tidak berlaku
seperti perilaku kaum Nabi Shalih. Mereka meminta ayat (mukjizat), lalu Allah mengeluarkan kepada mereka mukjizat besar, yaitu unta. Mereka mendustakan dan
menyembelihnya, maka Allah membinasakan mereka dan
menurunkan adzab dan balasan-Nya.

Nash Hadist

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari
Jabir. Ia berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melewati Hijr, beliau bersabda, 'Janganlah
kalian meminta datangnya ayat-ayat (mukjizat). Kaum
Shalih telah memintanya, maka ia (unta) datang dari
jalan ini dan pergi dari jalan ini. Lalu mereka melanggar
perkara Tuhan mereka dan menyembelihnya. Unta itu
minum air mereka satu hari dan mereka minum air
susunya satu hari, lalu mereka menyembelihnya. Maka
mereka ditimpa oleh suara yang keras. Allah
membinasakan semua yang ada di kolong langit dari
mereka, kecuali satu orang yang berada di Haram'."

Mereka bertanya, "Siapa dia, ya Rasulullah?" Beliau
menjawab, "Dia adalah Abu Righal. Ketika dia keluar dari Haram, dia tertimpa seperti yang menimpa kaumnya."

Takhrij Hadits

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-
nya, 3/296. Ibnu Katsir setelah menyebutkannya
berkata, "Hadis ini di atas syarat Muslim, dan ia tidak
tertulis di salah satu dari enam kitab (Kutubus Sttah)."
Al-Bidayah wan Nihayah, 1/137.
Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Bazzar dan Thabrani dalam Ausath. Lafazhnya ada di dalam surat Hud. Dan Ahmad meriwayatkan hadis senada. Rawi-rawi
Ahmad adalah rawi-rawi hadis shahih." Majmauz Zawaid, 6/194.

Penjelasan Hadits

Allah Tabaraka wa Taala menceritakan kepada kita kisah Nabiyullah Shalih ‘Alayhi Salam dengan kaumnya, Tsamud. Kisah ini berisi peristiwa dan kejadian yang jelas lagi terperinci. Kisah ini tidak disinggung di Taurat, dan ahli kitab tidak mengetahui berita tentang Tsamud (kaum Nabi Shalih) dan 'Ad (kaum Nabi Hud). Padahal Al-Qur'an menyampaikan kepada kita bahwa Musa menyebutkan dua umat ini kepada kaumnya "Dan Musa berkata, 'Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelumkamu (yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah.

Telah datang Rasul-Rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata, lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian)dan berkata, 'Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan
yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya'." (QS. Ibrahim: 8-9)

Seorang mukmin dari keluarga Fir'aun berkata, "Dan orang yang beriman itu berkata, 'Hai kaumku,
sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa
(bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang
bersekutu. (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, 'Ad,
Tsamud." (QS. Ghafir: 30-31)

Buku-buku sunnah memberitakan kepada kita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melewati kampung Tsamud yang bernama Hijr pada perjalanannyamenuju perang Tabuk. Beliau singgah bersama para sahabat di perkampungan mereka. Para sahabat mengambil air dari sumur-sumur di mana Tsamud mengambil air darinya. Dengan air itu mereka membuat adonan roti, sementara bejana telah disiapkan di atas api.

Wallahu 'alam bi shawab

Sumber: Maktabah Abu Salma Al Atsari

#30harimenulis
#hari5
#onedayonepost

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates