Jumat, 19 Januari 2018

Bismillaah

Suka melamun memikirkan kerumitan hidup?
Galau?
Putus Asa?

Naudzubillahimin dzalik

Semoga kita dijauhkan dari sifat tercela yang dapat mendatangkan murka Allah Subhanahu wa ta'ala.

Daripada bingung cari hiburan yang tidak bermanfaat ada baiknya mari kita simak beberapa kiat berikut agar hati ini kuat tegar menghadapi berbagai kepedihan hidup dan senantiasa berharap hanya sama Allah.

Jangan galau.
Galau itu terjadi karena lalai.

Ingat Allah,  maka hati akan menjadi tenang

Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami
(QS. At Taubah: 40)

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar
(Qs. Al-Baqarah 153).

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
(Qs Al-Insyirah 5-6).

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram
(Qs Ar-Ra’du 28).

Kita harus menumbuhkan keyakinan yang kuat di qolbu,  bahwa cukuplah Allah bagiku,  hanya allah tempatku bersandar.

Bagaimana cara memguatkan keyakinan?

Baca quran dan tadabburi artinya
Baca jangan hanya sekedar baca,  perlahan-lahan baca juga artinya,  rasakan betapa Allah sudah mengatur segalanya.

Dawamkan baca quran. Satu hari hari satu juz.
Jika belum mampu,  3 lembar saja dulu.

Jika kita mampu bersandar pada Allah insyaAllah kepedihan akan hilang
Kepedihan itu karena keinginan kita yang tidak sesuai dengan kenyataan kan?

Memangnya bisa hidup sesuai dengan kemauan kita terus?
Memangnya kita siapa?

Ingatlah, kita hanya seorang makhluk!

Kalau kita terserang penyakit hati itu karena kita berharap pada makhluk, bergantung pada makhluk
Makhluk masuk ke dalam hati,  qolbu.

Coba Allah yang dimasukkan ke qolbu,
Hati akan tenang,  berdzikirlah.
Masukkan Allah dalam qalbu

Zikir istigfar saat galau. Coba masukkan dzikir ini ke qolbu.
Berapa banyak kita beristigfar hari ini?

Astaghfirullah
Rasulullah saja rutin 70x setiap hari.... Padahal beliau jaminan syurga.

Ada 2 riwayat tentang ini  dan semuanya shahih
Pertama menyebutkan Rasulullah membaca istighfar tiap hari minimal 70 kali.

Riwayat ini seperti dinukilkan Imam al-Baihaqi dan Ibn Abi ad-Dunya dari sahabat Anas bin Malik RA. Riwayat tersebut juga menjelaskan khasiat beristighfar sebanyak 70 kali dalam sehari.

“Tidaklah seorang hamba beristighfar 70 kali sehari, kecuali Allah akan ampuni 700 jenis dosa (kecil), sebab tiap harinya seseorang itu sejatinya melakukan lebih dari 700 jenis dosa kecil.”

Riwayat lain menyebutkan, jumlah istighfar Rasulullah tiap harinya adalah 100 kali. Ini seperti riwayat Imam Muslim, Ahmad, at-Thabrani, dan lainnya. “Tidaklah aku melewatkan pagi hari kecuali beristighfar kepada Allah 100 kali.”

Mari lakukan melebihi Rasulullah sebagai  dzikir harian.
Buang pikiran buruk.
Pikiran buruk, bersarang di otak.

Otak adalah pusat kontrol

semua di kontrol oleh pikiran buruk
Makanya selalu ditekankan oleh para peruqyah maupun motivator untuk membuang pikiran buruk.

Ruqyah bisa dilakukan pada bagian otak besar dan kecil
Tiup di tangan Q.S. Al Ikhlash, Q.S. Al Falaq, dan Q.S. An Nas.
Usapkan di kepala lalu buang.

Lakukan 3x atau 7x
Di atas ubun-ubun dan belakang atas tengkuk

Karena incaran setan itu adalah  otak dan qolbu.

Ruqyahlah bagian tersebut setiap saat.

Buang pikiran buruk,  terutama syahwat.

Zikirnya diperkuat
Sekali lagi ingatlah Allah maka hati akan menjadi tenang

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, yang mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)” (Qs. al-An’am: 112).

Apakah orang yang dihiasi perbuatannya yang buruk (oleh setan) lalu ia menganggap perbuatannya itu baik, (sama dengan dengan orang yang tidak diperdaya setan?), maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya” (Qs. Faathir:8).

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Wallahu 'alam bi shawab

Sumber: kajian grup Mumarasat Al Ilmu

#30harimenulis
#hari4
#onedayonepost

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates