Kamis, 11 Januari 2018

Bismillaah

Senandung shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah, sang suri tauladan yang tetap termulia akhlaknya. Menapaki jejak kehidupannya termasuk sebuah ibadah yang sangat dianjurkan, apalagi dapat menirukan tindak tanduk dalam kehidupan. MasyaAllah



Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sangat tidak menyukai sifat keras, kasar dan kejam.  Beliau memerintahkan kita mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan jalan yang baik dan lemah lembut. Dengan berbuat baik kepada orang lain tidak mungkin orang berbuat jahat kepada kita. Kalau bisa walaupun kita disakiti, janganlah dibalas dengan tindakan serupa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyuruh kita agar membalasnya dengan kebaikan. Inilah sifat hilm yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Beliau tidak pernah membalas dendam. Beliau tidak pernah memukul kecuali saat berjihad. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak cepat marah dan memaklumi orang yang berbuat salah karena tidak tahu atau karena lupa.

 Anas meriwayatkan, "Aku berjalan bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau memakai sorban tebal buatan Najran yang beliau lilitkan di lehernya. Tiba-tiba ada orang desa menarik sorban tersebut dengan keras dan kasar sehingga aku melihat bekasnya dibahu beliau. 

Orang itu berkata, "Wahai Muhammad berilah aku harta Allah yang ada padamu!" Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menoleh dan tertawa kemudian menyuruh untuk memberi uang kepada orang tersebut."

Dalam hadits yang lain,  Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu hari seorang Badui datang ke masjid dan kencing di dalamnya. Para sahabat yang melihatnya marah. Mereka berlompatan dan menghambur untuk memukulinya. Namun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam cepat-cepat mencegah. Beliau bersabda, "Biarkan dia dan siramlah bekas kencingnya. Kita diutus bukan untuk memberatkan, melainkan untuk mempermudah." Sikap mudah memaafkan dan memaklumi ketidaktahuan orang inilah yang disebut rifq.

Sifat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang lain adalah kesabaran. Beliau sabar menerima ejekan dan cacian. Suatu hari seseorang yang bernama Hakam bin Ash pergi mencari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Ia berhasil menemukan beliau yang ketika itu sedang berjalan sendirian. Maka diikutinya langkah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu dari belakang kemanapun beliau pergi dengan mengejek dan menghina.  Hakam bin Ash mengembang-kempotkan mulutnya dan mencungir-cungirkan hidungnya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menoleh ke belakang. Apa beliau marah? Tidak. Beliau bahkan berkali-kali menasehati Hakam untuk menghentikan perbuatannya. Namun Hakam bahkan semakin menjadi-jadi sampai akhirnya Allah mengubah hidung dan mulutnya menjadi seperti ejekannya itu.

Dilain kesempatan, seorang sahabat berniat ingin meminta tolong kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena ia sangat miskin. Namun di tengah jalan ia teringat sebuah pesan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sehingga tidak jadi meminta pertolongan. Kejadian demikian terjadi 3 kali, akhirnya ia mencari kayu bakar lalu menjualnya. Lama-kelamaan hidupnya pun berkecukupan. Pesan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang didengarnya adalah, "Barangsiapa meminta pertolongan kepadaku akan kuberi dia pertolongan. Dan barangsiapa mencukupkan diri maka Allah akan mencukupkannya."
Suatu ketika Bunda Aisyah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam, "Apakah ada saat bagi engkau yang kau rasakan lebih berat daripada Perang Uhud?"

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, "Ada yaitu permusuhan dari kaum Quraisy di Aqabah. Ketika aku tawarkan Islam melalui diriku kepada Ibnu Abdi Jalil bin Abdi Kilal ia tidak menerima diriku, kemudian akupun pergi dalam keadaan sedih. Kemudian aku melihat di atas awan Jibril berseru memanggilku, "Sesungguhnya Allah mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu dan apa yang telah mereka lakukan terhadapmu. Aku diutus kepadamu untuk memerintah Malaikat Penjaga Gunung agar patuh kepada perintahmu."
Kemudian Malaikat Penjaga Gunung  mengucapkan salam kepadaku dan berkata. "Wahai Muhammad Allah telah mendengar apa yang dikatakan oleh kaummu kepadamu. Aku ditugaskan oleh Allah untuk memenuhi perintahmu. Kalau engkau mau, dua gunung ini akan kubalikkan dan kukubur mereka."
 Aku menjawab, "Jangan, aku hanya berharap semoga diantara anak cucu mereka ada yang mau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya."

Begitu sabar dan sayangnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada sesama sehingga beliau tidak pernah ingin membalas perlakuan jahat orang lain kepada dirinya. Ibnu Mas'ud seorang sahabat dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata, "Aku melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seakan-akan seperti seorang nabi yang dipukul oleh kaumnya sampai berdarah kemudian membersihkan darah dari wajahnya sambil berkata, "Ya Allah ampunilah kaumku karena mereka tidak tahu."
Wallahu alam bi shawab

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates