Rabu, 03 Januari 2018

Seorang muslimah patut bersyukur masih diberikan kenikmatan beriman dan beragama Islam?. Mengapa demikian?. Karena islam sangat memuliakan wanita.

Mari kita lihat pendapat orang-orang diluar islam tentang wanita:

  1. Agama Yahudi menganggap perempuan selalu dalam kutukan dewa, selalu berdosa sejak lahir, maka harus dihukum. Perempuan hanyalah hiasan rumah, budak, dan orang tuanya berhak menjual kepada siapa saja.
  2. Bettany, seorang pastur , dalam bukunya Agama-Agama Dunia mengatakan bahwa Karakter perempuan tidak terukur dalamnya, bagai ikan yang berlatih dalam air, dan menurut tabiatnya, mereka selalu menggoda siapa saja yang dijumpainya. Selalu berdusta dengan siapa saja, selalu memutarbalikkan kebenaran dan berkata bohong.”
  3. Aristoteles mengatakan Alam tidaklah membekali perempuan dengan persiapan ilmu pengetahuan (intelektual) yang patut dibanggakan. Karena itu pendidikan perempuan harus dibatasi dan diarahkan pada masalah yang berkaitan dengan rumah tangga, keibuan, kepengasuhan.”
  4. Beberapa abad kemudian, Socrates pun mengatakan Perempuan adalah sumber besar dari kekacauan dan perpecahan di dunia.” Marxisme mengatakan perempuan adalah milik kaum laki-laki.
  5. Masyarakat Arab Jahiliyah memperlakukan perempuan tidak kalah sadis. Mereka memandang rendah perempuan, bahkan kelahiran bayi perempuan dianggap aib besar bagi keluarga.
MasyaAllah, bagaimana beruntungnya wanita muslimah. Walaupun demikian, harus diakui bahwa belum semua muslimah mendapat kesempatan untuk menikmati hidup yang layak. Tapi itu bukan karena ajaran Islam nya yang salah, namun karena kebijakan penguasa dan hal-hal lain yang membuat keadaan muslimah masih dalam keterpurukan.

Islam telah datang dan mengubah pandangan tentang perempuan. Kehormatan perempuan dijaga, potensinya dibina dan dikembangkan, kedudukannya dimuliakan. Keadilan seorang perempuan ditegakkan seadil-adilnya oleh Islam, jauh dari prasangka pengekangan yang dilontarkan oleh kaum feminis.

Katakanlah, agama apa yang menempatan perempuan pada posisi mulia seperti Islam? Bahkan ‘Surga ada di bawah telapak kaki Ibu’. Ibu, seorang perempuan yang mulia. Turunlah juga perintah berjilbab, sebagai bentuk pakaian yang melindungi izzah (kemuliaan) perempuan. Kaum feminis mengganggap Islam mengekang perempuan dengan kewajiban berjilbab. Siapa yang sebenarnya terkekang? Bukankah kita justru merasa tentram dan bebas ketika berjilbab? Bebas dari penghambaan budaya Barat yang memaksa perempuan memborong produk kecantikannya.
Beginilah kemerdekaan hakiki utk muslimah.... Setuju kan?
Kesetaraan kedudukan pun diakui dalam Islam. Perempuan bukanlah wanita nomor dua yang fungsinya sebagai pelengkap saja. Perempuan dan laki-laki punya hak dan kewajiban yang sama dalam melakukan kebajikan. Mereka saling tolong menolong, bersinergi, saling menguatkan, saling melengkapi.

“Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan orang-orang yang beriman perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi yang lain, mereka menyuruh yang ma'ruf dan melarang yang munkar, dan mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Allah telah menjanjikan untuk orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan surga yang dibawanya mengalir sungai-sungai, serta kekal di dalamnya dan beberapa tempat kediaman yang indah di surga 'Adn dan keridhoan Allah lebih besar, demikian itulah keberuntungan yang besar." (Qs At Taubah 71-72)
Apabila kita melihat ayat tersebut, maka rasanya kita tidak perlu teriak-teriak tentang emansipasi wanita. Karena kedudukan wanita dalam islam sudah setara di hadapan Allah Ta'ala. Inilah yang terpenting. Allah subhanahu wata’ala memberikan imbalan yang sama baik laki-laki maupun perempuan dijanjikan surga apabila mereka sama-sama beriman kepadaNya.
Ada sebagian umat Islam berpendapat, cukuplah muslimah melaksanakan tugas-tugas keibuannya di rumah. Tak perlu lah berkiprah di luar rumah. Keterlibatan muslimah di ruang publik, dinilai akan mengganggu tugas mulianya sebagai seorang istri dan ibu dalam keluarga.

Kita memahami, alangkah mulianya tugas seorang muslimah di rumah. Tak hanya kita, bahkan sampai Allah pun memuji perjuangan mereka. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.”(Luqman: 14)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun memuliakan peran domestik seorang muslimah.  Suatu ketika, Rasulullah menyebutkan Muthi’ah, sebagai seorang muslimah yang pertama kali akan masuk surga. Muthi’ah telah membuat iri Fatimah, karena ketaatan pada suaminya. Dia selalu meminta izin pada suaminya untuk menerima tamu, bahkan beberapa kali harus menolak kehadirian Fatimah di rumahnya karena belum mendapat izin dari suami.
Namun bukankah Rasulullah juga memuji herosime Nusaibah bin Ka’ab?. Dialah Shahabiyah yang menjadi benteng Rasulullah dari gempuran musuh saat perang Uhud? Bahkan Rosulullah mendoakan Nusaibah dan keluarganya yang telah terlebih dulu syahid, suami dan kedua putranya, termasuk dalam golongan Rasulullah di syurga.

Tidak ada larangan bagi muslimah untuk mengembangkan potensi, melejitkan prestasi dan berjibaku memberikan kontribusi. Tentu dengan tetap menjaga kemuliaannya sebagai seorang muslimah. Jika Rosulullah saja memuji kedua peran muslimah, baik peran domestik maupun peran publik, mengapa kita masih saja berdebat menafikkan salah satunya?
Jadi sebetulnya kita tidak perlu lagi berdebat mana yang lebih baik. Seorang wanita yang ikhlas menjadi IRT fulltime ataukah seorang wanita yang memutuskan menjadi wanita karir karena ingin membantu ekonomi keluarga atau dia terpaksa bekerja karena suaminya sakit sehingga tidak mampu memberikan nafkah. 

Wallahu alam bi shawab
Sumber: kajian bersama Ustdz Popi Fauziah 


1 komentar:

betul mbak zila..kita harus bangga sebagai seorang muslimah

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates