Jumat, 22 Desember 2017





Bismillaah 
 
Ketika mendapatkan tantangan review alat transportasi umum di minggu kedua ikutan kelas non fiksi one day one post serasa mendapatkan ujian akhir sekolah yang sedikit banyak membuat pikiran ini tidak tenang saat belum mengerjakannya. 
Bagaimana tidak? Saya yang sedari kecil jarang diajak pergi jauh dari rumah, paling sering berpergian dengan dibonceng sepeda motor,  kalaupun pergi sendiri  saya lebih suka berjalan kaki atau mengendarai sepeda untuk menuju tempat yang dituju. Maklum, orang pedesaan terkenal mempunyai tenaga lebih dibanding orang perkotaan apalagi hanya dalam urusan berpindah tempat. Hal ini dikarenakan pertimbangan dalam menghemat pengeluaran biaya hidup, selain itu berpindah tempat tanpa bantuan mesin digunakan sebagai sarana berolahraga yang mudah dan murah.


Namun, tidak dipungkiri gaya hidup kekinian sudah merajalela memasuki pedesaan. Tidak sedikit warga pelosok yang bela-belain kredit kendaraan bermotor agar tidak kalah dengan para tetangganya, padahal untuk biaya makan sehari-hari masih pas-pasan.
Terlepas dari itu semua, saya yang belum bisa mengendarai kendaraan bermotor masih lebih suka bepergian ke kota menaiki mobil angkutan umum yang ada, karena saya tinggal di kabupaten dimana angkutan umum yang melewati daerah dekat rumah adalah mobil angdes (angkutan desa) itu. Ada juga jalur kereta api dimana stasiunnya berjarak 7 kilometer dari rumah jika mau berpergian lebih jauh lagi.

 Terkait alat transportasi, saya ingin mengutip sedikit pengertian transportasi.
Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu, transportasi darat, laut, dan udara. 
Sampai hari ini, saya belum pernah merasakan bagaimana serunya menaiki alat transportasi laut dan udara, semoga segera dimudahkan. Aamiin.
Alhamdulillaah, semua transportasi darat yang tersebut diatas sudah pernah kunaiki, untuk informasi tambahan saja, saya pertama kali naik kereta api pada tahun 2017 ini karena diajak teman mengikuti pelatihan, sebuah pengalaman berharga di tahun ini. 

Dari pengalaman bertransportasi selama ini, kali ini saya ingin menceritakan sedikit pengalaman menaiki angkutan desa.

Rute daerahku dilalui angkutan desa berwarna oranye dan hijau muda. Warna oranye menuju Utara ke terminal Gadang di Kota Malang , sedangkan warna hijau menuju Barat ke terminal Kepanjen di dekat stasiun kereta api tadi.


Saya lebih sering menaiki angdes berwarna oranye daripada warna hijau, sebab tempat tujuan saya lebih banyak di kota malang, biasanya saya mengikuti pelatihan atau kajian ke kota malang.

Tarif yang diberikan berbeda antara anak sekolah dengan masyarakat umum, sebut saja dari terminal dekat rumah sampai terminal Hamid Rusydi daerah Gadang untuk umum tujuh ribu rupiah sedangkan untuk pelajar lima ribu rupiah. 
Namun yang disayangkan, kadang para sopir tidak mengembalikan dengan pas apabila uang yang disodorkan berlebih. Maka dari itu, jika ingin berpergian menaiki angdes lebih sering saya siapkan terlebih dahulu uang pecahan untuk memudahkan pembayaran. Biaya tersebut untuk jarak tempuh sekitar duapuluh kilometer. Murah kan?

Selama berada di dalam angdes ini, saya lebih sering merasakan mual dan pening karena tidak tahan dengan bau mesin kendaraan, belum lagi bau asap rokok dari sopir maupun penumpang lain. Jadi selama ini , saya sering berangkat lebih pagi dari jadwal acara  untuk menghindari hal-hal tidak mengenakkan tersebut.

Kadang, apabila acara yang dihadiri dibiayai instasi sekolah, para peserta menyewa angdes ini untuk mengantar perjalanan kami sampai kembali pulang. Cara seperti ini lebih menyenangkan karena selain terhindar dari bau-bauan tak terduga tadi,  juga menghemat waktu perjalanan, sebab angkutan desa pada umumnya akan berangkat jika penumpang sudah hampir penuh. Kebayangkan bagaimana lamanya jika saya menjadi penumpang pertama di angkutan desa umumnya.

Mobil angdes oranye ini beroperasi sejak subuh hingga pukul sembilan malam, sedangkan mobil angdes hijau beroperasi sejak subuh hingga pukul empat sore, karena penumpang sudah jarang yang melalui jalur ini. Kalaupun ada, mereka harus memilih ojek untuk tiba di tempat tujuan sebab para sopir angdes hijau ini sudah tidak beroperasi setelah maghrib.

Itulah sedikit cerita tentang pengalaman menaiki mobil angkutan umum di desa. Tidak banyak harapan yang kuminta, sebab bisa menempuh perjalanan dengan selamat sudah menjadikan saya bahagia. Semoga kedepannya ada perbaikan dalam sektor angkutan desa di Kabupaten Malang.

Wallahu ‘alam bi shawab

#onedayonepost
#nonfiksi
#reviewtransportasi

15 komentar

Yang paling tidak mengenakkan saat naik angkutan saat angkutan ngetem dengan lamanya

REPLY

Semoga bisa cepat merasakan transportasi udara dan laut ya..

REPLY

Semoga bisa cepat merasakan transportasi udara dan laut ya..

REPLY

Kalo saya hanya saat merantau saja menggunakan angkutan umum, didesaku malah gak ada angdes.

REPLY

Aamiin
Terimakasih kakak kakak

REPLY

Eh samaan nih. Berarti ga hanya ditempatku aja yah

REPLY

Rumahku dekat pasar desa. Kalu di nenek juga ga ada rute kak

REPLY

Jadi kangen naik angkot. Terakhir naik angkot di Malang, jarak jauh dekat cuma 3000 ribu rupiah #udah lama banget

REPLY

Di bekasi juga ada mobil seperti itu, namanya angkot (angkutan kota) ... Untuk hobinya yang suka ngetem lama dan jarang mengembalikan uang yang berlebih juga dialami di sini. Hehehe...

REPLY

Semoga ga ngetem lama 😊

REPLY

aku sekarang agak parno kalau mau naik angkot..gara-gara sering banget dengar berita kejahatan di angkutan umum..meskipun tidak semuanya sih

REPLY

wuih selamat kak udah pernah naik angkot malang, sekarang naik seribu aja jauh dekat

REPLY

waduh ternyata, kirain hanya aku aja yang mengalaminya, hehe

REPLY

kalau di kotanya lumayan cepet jalannya, beda di kabupaten, mungkin karena panjangnya rute yang ditempuh

REPLY

sama sebenarnya kak, alhamdulillaah selama ini sampai tujuan dengan selamat

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates