Jumat, 29 Desember 2017

Pengakuan sepihak (Unilateral Decision) Amerika Serikat pada 6 Desember 2017, bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan keputusan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem menimbulkan sejarah baru dalam polemik kedamaian di bumi Palestina. Klaim tersebut sangat bertentangan dengan resolusi PBB dan hukum internasional.

Desakan Indonesia, bersama-sama negara-negara OKI, Liga Arab dan negara-negara GNB, yang meminta Majelis Umum PBB menyelenggarakan "Emergency Special Session General Assembly", diambil sebagai sikap terhadap langkah veto AS di Dewan Keamanan PBB terhadap resolusi status Yerusalem pada 18 Desember 2017.

Melalui resolusi yang telah disahkan di Majelis Umum PBB ini, kebijakan AS tidak sah karena bertentangan dengan seluruh keputusan PBB sebelumnya dan meminta semua negara tidak mengikuti atau mengakui langkah AS.

Meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghentikan bantuan keuangan kepada negara yang menolak pernyataan AS soal pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, namun tetap saja sampai dengan hari ini kecaman serta  penolakan terhadap pengakuan sepihak tersebut masih terus berdatangan dari berbagai negara, terlebih Indonesia. Hal ini sejalan dengan penegasan Dubes Dian di hadapan Sidang Majelis Umum PBB, "Indonesia tidak akan pernah mundur sejengkal pun dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina".




Sikap pemerintah yang tegas tersebut patut didukung sebab kedamaian Palestina merupakan tanggung jawab seluruh umat Muslim. Dukungan nyata lainnya juga telah ditunjukkan dengan Aksi Bela Palestina pada 17 Desember 2017 di sekitar Tugu Monas Jakarta. Inilah sedikit bukti bahwa rakyat muslim Indonesia masih mempunyai kekuatan untuk ikut memberantas kebiadaban Zionis Israel, apalagi bila mengingat sejarah peradaban Islam berawal dari Negeri Palestina, diantaranya :

Kiblat Pertama Umat Islam
Masjidil Aqsa yang berada di Negara Palestina merupakan kiblat pertama kaum muslimin. Ketika perintah sholat diturunkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya sholat menghadap Masjidil Aqsa. Setelah 16 bulan barulah turunlah perintah Allah memindahkan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah.

عن البراء بن عازب رضي الله عنهما قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم صلى نحو بيت المقدس ستة عشر أو سبعة عشر شهرا……

Artinya, “Dari Bara’ bin Azib –radhiyallahu anhu- berkata, Rasulullah SAW sholat menghadap Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan..(HR Bukhori Muslim)

Tempat Isra’nya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Isra’ dan Mi’raj merupakan peristiwa besar bagi umat Islam. Hal ini dikarenakan setelah perjalanan ini umat Islam dibebankan kewjaiban sholat 5 waktu. Dan Isra’ terjadi dari masjid yang pertama kali dibangun (Masjidil haram) menuju masjid yang kedua dibangun dimuka bumi. Maka Rasulullah mengumpulkan dua keutaman dan dua kemulian dari dua masjid ini.

Diriwayatkan oleh Muslim, Dari Anas bin Malik, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata, “Saya diberi Buroq –Tunggangan berwarna putih, tingginya melebihi keledai dan tidak setinggi bighol (Peranakan kuda dan keledai)dia menaruh kakinya sejauh mata memandang (karena kecepatannya)- Saya menaikinya hingga Baitul Maqdis kemudian saya mengikatnya di tempat para Nbi mengikatkan tunggangannya. Kemudian saya memasuki majid dan sholat dua rekaat, kemudian saya keluar…..(HR Muslim)

Satu dari tiga masjid yang memiliki keutamaan terdapat disini.
 Rasulullah saw. Juga bersabda: ” Shalat di masjid al-haram lebih utama seratus ribu kali lipat dibandingkan shalat di masjid lainnya, dan shalat dimasjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat (dibanding shalat di masjid lainnya) dan shalat di masjid baitul maqdis (masjid al-Aqsha) lebih utama limaratus kali lipat (dibanding shalat di masjid lainnya)”. [diriwayatkan oleh at Thahawi]

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. Bersabda: ”Tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan kecuali menuju tiga masjid: masjid al-Haram, masjidku ini (masjid Nabawi) dan masjid al-Aqsha”.[diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim]

MasyaAllah

Tidak heran apabila kaum Zionis Israel beserta sekutunya selalu berusaha menguasai Negara penuh berkah ini dengan jalan apapun. Hal ini merupakan suatu perkara yang telah ada di dalam Al-Quran. Allah telah mengatur sedemikian rupa bahwa turunan dari Bani Israil akan melakukan kerusakan untuk kedua kalinya di bumi tersebut. Sehingga, apa yang sedang terjadi sekarang ini merupakan bukti nyata kebenaran dari firman Allah Subhanahu wa ta’aala itu.


Allah SWT berfirman, “Dan Kami tetapkan Bani Israil dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar,” (QS. al-Isra’: 4).

Namun, Allah telah menjanjikan kepada mereka bahwa akan ada saatnya hamba-hamba Allah yang perkasa yang dapat mengalahkan mereka.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana,” (QS. al-Isra’: 5).

Oleh karena itu, sebagai muslim khususnya dan warga berperikemanusiaan pada umunya sudah sepatutnya kita turut serta andil untul mengembalikan kedamaian Negeri Palestina dengan segala cara yang bisa kita lakukan. 

Wallahu alam bi shawab

#onedayonepost
#nonfiksi
#tantanganartikel2

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates