Senin, 25 Desember 2017




Bismillaah

Malam itu,  di sebuah grup telegram dimana saya berkesempatan menjadi anggota, sedang berlangsung diskusi tentang pendidikan yang lebih seru dari biasanya.  Para pendidik dari berbagai penjuru negeri berkumpul disana untuk mengikuti diskusi rutin “Temu Pendidik Mingguan” itu . Kenapa lebih seru? Sebab sang narasumber memberikan challenge di awal sebagai pancingan diskusi.


                       
Moderator    : “Selamat malam, selamat berjumpa kembali di Temu Pendidik Mingguan persembahan Komunitas Guru Belajar Nusantara. Hallo Bapak Aye dipersilahkan untuk perkenalan terlebih dahulu sebelum di sampaikan materinya.”


Narasumber  : “Halo halo semuanya. Selamat malam. Perkenalkan nama saya anggayudha Ananda rasa. Karena terlalu panjang siakan panggil saja saya dengan sapaan 'Aye'. Saat ini saya diberikan amanah untuk menjadi pendidik di ponpes ibad Ar Rahman (tingkat MTs dan MA), Pandeglang Banten. Sejak tahun 2008 silam saya menggeluti bidang pengajaran kimia, sesuai dg background pendidikan formal saya. Malam ini izinkanlah saya belajar dari bapak-ibu semuanya tentang bagaimana caranya membangun kesiapan belajar siswa.”


Moderator    : “Baik Selamat malam pak Aye. Dipersilakan untuk memaparkan materi mengenai ‘Membangun kesiapan Belajar dengan aktivitas sederhana kaya makna’.”


Narasumber  : “ ‘Krriiiiinggg....’ Bel tanda masuk ruang kelas berbunyi. Sebagian siswa tampak mulai memasuki ruangan kelas masing-masing. Namun tak sedikit juga yang memutuskan untuk duduk di teras depan kelas sambil menikmati kudapan bersama teman-temannya. Ada juga yang masih asyik ngobrol diselingi tawa-tawa kecil di dalam ruang kelas. Beberapa sibuk mengayunkan kipas sambil ikut nimbrung di tengah-tengah kerumunan siswa yang sedang memainkan gawainya. ‘Pak Angga datang, pak angga datang.’ Sergah siswa berambut cepak sambil berlari menuju ruang kelas diikuti oleh beberapa temannya. Suasana kelas seketika menjadi riuh. Siswa yang sedang makan segera menghabiskan makanannya. Yang membawa gawai segera mematikan gawainya dan menyimpannya ke dalam saku. Namun beberapa siswa masih tampak di luar ruangan dan berjalan dengan santai. ‘Assalamu'alaikum.’ Sapa pak angga ketika memasuki ruang kelas. ‘Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.’ Jawab para siswa serentak, meskipun mereka belum kompak. Ada yang sudah duduk di kursi, ada juga yang masih berlarian kesana kemari. Ada juga yang tiba-tiba menghampiri Pak Angga sambil berbicara, ‘Pak, izin ke kamar mandi dulu. Hehe.’
‘Mau ngapain kamu? Mandi?’,

‘Enggak pak... mau pipis. hehe...’

‘Kok ngga tadi aja pas istirahat?’

‘Baru kebelet pak. hehe...’

‘Ya udah, 5 menit lagi udah balik ke kelas ya.’

‘Siap. Makasih pak.’

  Lalu siswa itu pun langsung lari terbirit-birit menuju kamar mandi.
Pak Angga berdiri sejenak di dekat papan tulis sambil mengamati kondisi kelas. Ada beberapa kursi yang masih kosong. Beberapa siswa tampak masih nyemil , ada juga yang minum. Ada yang sedang menyiapkan buku pelajaran. Di sudut kelas tampak ada satu siswa yang masih membenamkan wajahnya di atas meja. Tampak teman sebangkunya berusaha membangunkannya. Beberapa ada yang terlihat saling melempar kertas, mencoba berlaku usil pada temannya yang tertidur.
Hari itu Pak Angga akan mengampu mata pelajaran yang paling dibenci siswa kelas 12 SMA: kimia. Banyak teori, banyak ngitung, sedikit dipahami. Apalagi saat itu waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB. Kondisinya para siswa baru selesai makan siang. Suasana kelas pak Angga mengajar berdekatan degan sawah, langsung menghadap gunung dan sering sekali angin semilir menerobos jendela kelas.
Kira-kira, sebagai pendidik, langkah-langkah kongkrit apa yang akan Anda lakukan jika saat itu Anda menjadi Pak Angga?.”


Moderator   : “Selanjutnya moderator akan membuka termin untuk tantangan. Acungkan tangan untuk menjawabnya.”


Peserta 1     : “Terima kasih Pak Aye tantangannya. Menurut saya sederhananya karena melihat kondisi kelas yang masih gaduh belum kondusif maka diperlukan tindakan guru menyiapkan anak² utk belajar. Setelah semua dipersiapkan selanjutnya belajar bisa dilakukan di luar kelas jika memungkinkan, supaya anak² tidak merasa bosan. Kalau mereka kelas XII maka diperlukan ekstra motivasi oleh guru.”


Narasumber  : “Terima kasih atas pendapatnya. Saya setuju sekali dg yg disampaikan. Malah pendapat ini  saya lakukan: belajarnya di luar kelas. Beruntung lingkungan pondok sangat kondusif untuk melakukan aktivitas itu.”


Peserta 2     : “Kalau saya akan coba mendengarkan anak. Mau apa sih mereka hari ini. Mau pembelajaran kayak apa. Atau mau main dulu. Nunggu mereka siap. Kalau belum siap dipaksa belajar menurut saya nggak bisa.”


Narasumber  : “Hehehe... Ngomong-ngomong soal dipaksa, saya pernah melakukan itu. Dan.... Prediksi Anda sangat benar. Alih alih belajar, mereka malah tidur. Ada sih yang ga tidur.umayan banyak juga yg ga tidur. Tapi mata mereka menahan kantuk.”
 

Peserta 3       : “Tanggapan saya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan peserta 2. Memang di jam-jam seperti itu kita harus mengajak siswa untuk aktif belajar, karena itu guru perlu mengajak siswa keluar dan membuat pembelajaran yang asyik serta aktif. Dan yaa pak Aye lebih ahli membuat pembelajaran yg asyik hehe. Pembelajaran diluar pada jam segitu yang biasa saya lakukan adalah mengajak mereka cuci muka, berjalan-jalan di sawah, berkeliling lingkungan kampung, dll tapi sambil belajar.”


Narasumber   : “Terima kasih atas tanggapannya. Memang betul seperti itu. Jam setelah makan siang itu tantangannya besar sekali. Pernah pertama kali saya mengampu pelajaran di jam siang, saya salah strategi. Saya malah mengajar seperti biasanya. Yang terjadi adalah seperti yang saya sampaikan diatas. Mereka malah tidur dan ngantuk. Soalnya kalau tidak disiapkan jadi dilematis juga.... Antara mengejar materi dan memenuhi kebutuhan mereka.”


Moderator   : “Waaaaaw, super tanggapannya pak Aye.... saya tutup untuk termin 1 yaa😊. Selanjutnya saya persilahkan kepada pak aye untuk memaparkan materi yang sudah di tunggu tunggu.... Pak Aye, times is yours😊.”


Bersambung ....


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates