Kamis, 21 Desember 2017

 

PENGANTAR

Para ahli purbakala pada zaman ini menelusuri kota-kota yang lenyap dan sisa-sisa umat terdahulu agar mereka mengenal kehidupan nenek moyang, mengetahui
keadaan dan kondisi mereka. Di samping minimnya informasi yang berhasil mereka gali, ia juga ilmu yang tidak murni sehingga tidak menampakkan hakikat dan tidak menyisir kabut kelam yang menyelimutinya. Ia tidak kuasa menyibak tabir masa lalu yang dalam dengan kepastian. Lain urusannya dengan kedatangan wahyu Allah untuk membawa berita orang-orang terdahulu. Hal itu merupakan kekayaan tak ternilai harganya, karena ia
menyuguhkan sesuatu yang nyata dalam keadaan bersih
dan murni. Ia adalah ilmu yang diturunkan dari Dzat
yang Maha Mengenal lagi Maha Mengetahui, di mana
tidak sesuatu pun di langit dan di bumi yang samar dari-Nya. Sebagian ilmu ini tidak mungkin ditembus dengan jalan selain wahyu. Di antaranya, sebagian berita tentangbapak kita, Adam ‘Alayhi Salam, tentang sebagian tabiat dan ciri-cirinya yang kita warisi darinya. Sebagaimana beliau menyampaikan kepada kita sebagian syariat untuknya dan untuk anak cucu sesudahnya.

Nash Hadis

Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya dari Abu
Hurairah. Ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Manakala Allah menciptakan Adam,
Allah mengusap punggungnya, lalu dari punggung itu berjatuhan seluruh jiwa yang Allah akan menciptakannya dari anak cucunya sampai hari Kiamat. Dan Allah menjadikan di antara kedua mata masing-
masing orang kilauan cahaya. Kemudian mereka
di hadapkan kepada Adam. Adam berkata, 'Ya Rabbi,
siapa mereka?' Allah menjawab, 'Mereka adalah anak cucumu." Lalu Adam melihat seorang laki-laki dari mereka. Dia mengagumi kilauan cahaya yang memancar di antara kedua matanya. Adam bertanya, ’Ya Rabbi siapa ini?’
Allah menjawab, ’Ini adalah laki-laki dari kalangan umat
terakhir dari anak cucumu yang bernama Dawud.’ Adambertanya, ’Ya Rabbi, berapa Engkau beri dia umur?’ Allah menjawab, ’Enam puluh tahun.’ Adam berkata, ’Ya Rabbi, tambahkan untuknya dari umurku empat puluh tahun.’ Manakala umur Adam telah habis, dia didatangi oleh Malaikat maut. Adam berkata, ’Bukankah umurku masih tersisa empat puluh tahun?’ Malaikat menjawab, ’Bukankah engkau telah memberikannya kepada anakmu Dawud?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
Salam bersabda, ’Adam mengingkari, maka anak
cucunya pun mengingkari. Adam dijadikan lupa, maka
anak cucunya dijadikan lupa; dan Adam berbuat salah,
maka anak cucunya berbuat salah."
Abu Isa berkata, "Ini adalah hadis hasan shahih. Ia telah
diriwayatkan tidak dari satu jalan dari Abu Hurairah dari
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam."
Tirmidzi juga meriwayatkan dari Abu Hurairah yang
berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam
bersabda, "Ketika Allah menciptakan Adam dan
meniupkan ruh padanya, dia bersin, dia berkata
'Alhamdulillah', dia memuji Allah dengan izin-Nya. Maka Tuhannya berfirman kepadanya, 'Semoga Allah
merahmatimu, wahai Adam. Pergilah kepada para Malaikat itu, sebagian mereka yang sedang duduk.
Katakanlah 'Assalamu'alaikum'. Mereka menjawab, 'Wa alaikas salamu warahmatihi'. Lalu Adam kembali kepada
Tuhannya, dan Dia berfirman, 'Sesungguhnya itu adalah
penghormatanmu dan penghormatan anak-anakmu di antara mereka.’
Lalu Allah berfirman kepada Adam, sementara kedua
tangan-Nya mengepal, ’Pilih satu dari keduanya yang
kamu kehendaki.’ Adam menjawab, ’Aku memilih
tangan kanan Tuhanku dan kedua tangan Tuhanku
adalah kanan yang penuh berkah.’ Kemudian Allah
membukanya. Ternyata di dalamnya terdapat Adam dan anak cucunya. Adam bertanya, ’Ya Rabbi, siapa
mereka?’ Allah menjawab, ’Mereka adalah anak
cucumu.’ Ternyata umur semua manusia telah tertulisdi antara kedua matanya. Di antara mereka terdapat seorang laki-laki yang paling cerah cahayanya atau termasuk yang paling terang cahayanya. Adam bertanya,
’Ya Rabbi, siapa ini?’ Allah menjawab, ’Ini adalah
anakmu Dawud dan Aku telah menulis umurnya empat puluh tahun.’ Adam berkata, ’Ya Rabbi, tambahkan umurnya.’ Allah berfirman, ’Itu yang telah Aku tuliskan untuknya.’ Adam berkata, ’Ya Rabbi, aku memberikan umurku enam puluh tahun kepadanya.’ Allah berfirman, ’Itu urusanmu.’
Nabi SAW bersabda, "Lalu Adam diminta tinggal di Surga sekehendak Allah, kemudian dia diturunkan darinya. Maka Adam menghitung sendiri umurnya. Manakala Malaikat maut datang, Adam berkata kepadanya, 'Kamu
telah tergesa-gesa. Aku telah diberi umur seribu tahun.’
Malaikat menjawab, ’Tidak, tetapi kamu telah
memberikan enam puluh tahun umurmu kepada anakmu Dawud.’ Lalu Adam mengingkari, maka anak cucunya mengingkari. Adam lupa, maka anak cucunya lupa. Diaberkata, ’Sejak saat itu diperintahkan untuk menulis dan saksi-saksi."
Tirmidzi berkata, "Ini adalah hadis hasan gharib dari
jalan ini. Ia telah diriwayatkan bukan dari satu jalan dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dari riwayat Zaid bin Aslam dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam."

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Sunan-nya
dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Al-A'raf, 4/267. Lihat
Shahih Sunan Tirmidzi, 3/52, no. 3282.
Hadis kedua diriwayatkan oleh Tirmidzi di dalam Kitab
Tafsir, bab dari surat Muawwidzatain, 4/453. Lihat
Shahih Sunan Tirmidzi, 3/137, no. 3607.

Penjelasan Hadis

Allah menciptakan Adam dalam keadaan sempurna dan lengkap. Tidak seperti yang diklaim oleh orang-orang yang tidak berilmu, bahwa manusia berevolusi dari hewan atau tumbuhan. Allah menciptakannya dari saat pertama dia diciptakan
sebagai seorang yang berakal dan berbicara, dia
memahami apa yang dikatakan kepadanya dan dia menjawab dengan benar.
Setelah ruh ditiupkan kepadanya, Adam bersin maka dia memuji Allah Azza wa Jalla. Allah menjawabnya, "Semoga Allah merahmatimu, wahai Adam." Allah memerintahkan Adam agar pergi ke sekumpulan Malaikat yang sedang duduk dan mengucapkan salam kepada mereka. Para Malaikat pun membalas penghormatannya dengan penghormatan yang lebih baik. Dan Allah memberitahukan kepadanya bahwa hal itu adalah
penghormatannya dan penghormatan di antara anak cucunya. Adam berjalan, mendengar, berbicara, bersin, mengerti dan memahami perkataan. Anda lihat dalam hadis, betapa besar perhatian Allah kepada hamba-Nya, Adam. Dia berfirman kepadanya
manakala dia bersin, "Semoga Allah merahmatimu,
wahai Adam." Dan barangsiapa dirahmati oleh Tuhannya, maka dia mendapatkan perhatian, perlindungan dan kemuliaan-Nya. Oleh karenanya, Allah menerima taubatnya manakala dia terpeleset dari jalan lurus kemudian Adam kembali kepada-Nya. Allah jugamemaafkan kelalaian kita dan mendukung kita dengan ruh dari-Nya.
Allah telah mensyariatkan untuk Adam ketika berada di Surga dan anak cucunya agar ber-tahmid jika bersin dan didoakan rahmat jika telah mengucapkan tahmid. Dan Allah telah menjadikan salam sebagai penghormatan anak cucu dan keturunan sesudahnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyampaikan
kepada kita bahwa Allah mengusap punggung Adam,
maka berjatuhanlah semua jiwa dari anak cucu Adam
yang akan diciptakan darinya sampai hari Kiamat. Allah
memegang itu dengan Tangan kanan-Nya dan Adam diberi pilihan antara kedua genggaman Tuhannya, maka dia memilih Tangan kanan Tuhannya dan kedua Tangan Allah adalah kanan yang penuh berkah. Manakala Allah membukanya, ternyata di dalamnya terdapat Adam dan anak cucunya.
Adam melihat anak cucunya yang akan diciptakan
sesudahnya dan Allah telah menjadikan cahaya di antara kedua mata masing-masing. Adam juga melihat umur
masing-masing telah tertulis di antara kedua mata
mereka. Adam melihat seorang laki-laki dengan cahaya yang bagus. Dia bertanya tentangnya. Maka Allah memberitahukan bahwa dia adalah salah satu putranyayang akan muncul di sebuah umat sebagai salah satu umat terakhir. Putra itu bernama Dawud, yang diberiumur enam puluh tahun (dalam riwayat lain, empat puluh). Riwayat pertama lebih shahih. Adam merasa umur Dawud pendek, dia pun memohon kepada Allah agar menambah umur Dawud. Allah menyatakan bahwa
itulah umur yang ditetapkan untuk Dawud. Lalu Adam
memberikan sebagian umurnya kepada Dawud untuk menggenapinya menjadi seratus.
Nampak dari hadis tersebut bahwa Allah memberitahu
Adam tentang umur yang ditulis untuknya, bahwa dia
akan hidup seribu tahun. Manakala umurnya telah
mencapai seribu tahun kurang empat puluh, Malaikat maut datang kepada Adam untuk mencabut nyawanya.
Adam pun menyangkal keinginan Malaikat maut. Dia membantah Malaikat yang hendak mencabut nyawanya sebelum ajalnya tiba. Nampak pula dari hadis tersebut bahwa Adam menghitung sendiri umurnya tahun demi tahun. Maka Adam mengingkarinya  karena lupa. Dan anak cucu Adam mewarisi sifat-sifat bapak mereka.
Mereka mengingkari seperti Adam mengingkari. Mereka
lupa seperti Adam lupa. Oleh karena itu, Allah
memerintahkan penulisan dan kesaksian untuk
mengantisipasi pengingkaran orang-orang yang ingkar
dan kelupaan orang-orang yang lupa.

Pelajaran yang terkandung

1. Allah menciptakan Adam secara lengkap dan
sempurna sejak awal penciptaannya. Tidak seperti yang diklaim oleh orang-orang sesat, bahwa Adam
diciptakan tidak sempurna, kemudian berkembang
menuju kesempurnaan dalam rentang waktu yang
panjang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam
telah menyampaikan kepada kita bahwa di antara
kesempurnaan penciptaan Adam, adalah
diciptakannya dia dengan tinggi enam puluh hasta di
langit dan bahwa manusia setelah Adam terus
menerus menyusut sampai pada ukuran manusia saat
ini. Pada hari Kiamat Allah memasukkan orang-orang
mukmin ke Surga dengan bentuk penciptaan yang
sempurna seperti penciptaan Allah terhadap Adam.

2. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahih
masing-masing bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Allah menciptakan Adam dan
tingginya adalah enam puluh hasta, kemudian Allah
berfirman kepadanya, 'Pergilah, ucapkan salam
kepada para Malaikat itu. Dengarkanlah
penghormatan mereka kepadamu, karena itu adalah penghormatanmu dan penghormatan anak cucumu.’
Maka Adam berkata, 'Assalamu'alaikum.’ Mereka
menjawab, 'Assalamu 'alaika wa rahmatullah dengan
tambahan 'Warahmatullah'. Dan semua orang yang
masuk Surga dengan bentuk penciptaan Adam. Dan
manusia terus menerus menyusut sampai saat ini.'4#

3. Kebenaran yang aku sebutkan di atas, bahwa Adam diciptakan secara sempurna sejak dihembuskannya ruh kepadanya ditunjukkan oleh hadis tersebut. Allah
menciptakan Adam dalam bentuk penciptaan yang
sempurna. Dia tidak berkembang dan tidak berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, dari satu
ciptaan ke ciptaan yang lain. Lain halnya dengan
anak cucunya, Allah menciptakan mereka di dalam rahim ibu dalam bentuk setetes air, kemudian segumpal darah, kemudian seonggok daging, kemudian setelah dihembuskannya ruh, Dia menumbuhkannya sebagai makhluk lain.

=======================
4# Diriwayatkan oleh Bukhari, 3/11, no. 6277, 6/332, no. 3326. Diriwayatkan
oleh Muslim, 4/2183, no. 2841.
=======================

4. Mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi pada
bapak kita, Adam, di antaranya adalah bersinnya
Adam, ucapan ’alhamdulillah’, jawaban Allah kepadanya (رحمك الله ) salamnya kepada para
Malaikat, juga jawaban Malaikat kepadanya. Allah
mengusap punggungnya dan peristiwa-peristiwa lain
yang dikandung oleh hadis ini.

5. Orang yang bersin mengucapkan hamdalah. Orang yang mendengarnya mengucapkan, "رحمك الله"
penghormatan salam termasuk syariat alami
(internasional) yang dimiliki oleh seluruh syariat,
tidak khusus untuk satu umat tertentu dan itu
termasuk warisan bapak mereka, Adam ‘Alayhi
Salam.

6. Penetapan takdir. Allah mengetahui hamba-hamba-
Nya pada masa azali dan Dia menulis hal itu di sisi-
Nya. Dia menunjukkan kepada Adam tentang anak
cucunya sesudahnya, dan umur setiap orang telah
ditulis di antara kedua matanya.

7. Penetapan dua tangan bagi Allah dan Dia menggenggam keduanya, kapan Dia berkehendak dan bagaimana Dia berkehendak tanpa takyif (bertanya
bagaimana) dan ta'thil (mengingkari). Tiada sesuatu pun yang menyerupai Dia. Dia Maha Mendengar lagi
Maha Melihat.

8. Keutamaan Nabiyullah Dawud dan besarnya iman
yang dimilikinya dibuktikan dengan kuatnya cahaya
di antara kedua matanya.

9. Kemampuan Adam berhitung. Dia menghitung tahun-tahun umurnya. Dia mengetahui umurnya yang telah berlalu dan yang tersisa. Dia membantah Malaikat maut ketika hendak mencabut nyawanya sebelum ajalnya sempurna.

10. Keterangan tentang umur Adam. Dia hidup seribu
tahun. Ini merupakan pelurusan terhadap keterangan Taurat, yang disebutkan di dalam Ishah kelima buku penciptaan bahwa umurnya adalah 930 tahun. Yang benar adalah yang disebutkan oleh hadis. Hadis ini juga menjelaskan umur Dawud.

11. Tabiat Adam dan anak cucunya adalah pengingkaran dan kelupaan.

12. Disyariatkannya menulis dalam akad dan muamalat
untuk mengantisipasi pengingkaran dan sifat lupa
manusia.

Wallaahu 'alam bi shawab
Sumber : Maktabah Abu Salma Al Atsari 

10 komentar

wow panjang tulisannya.
Terima kasih sudah berbagi mb Zila.

pantesan saya sering lupa, astaghfirullah.

REPLY

Wow... Penjelasannya lengkap banget. trims infonya kak Zila

REPLY

Kebayang tingginya Nabi Adam As. Tingginya 6 hasta itu segimana ya?

REPLY

Sebagai muslim saya percaya alquran dan hadist jadi kalo teori evolusi menyatakan manusia kera tentu tak patut dipercaya

REPLY

Masyaallah ... Sifat manusia memang pelupa dan ingkar. Untuk itu perlu catatan. Make sense ...

REPLY

alhamdulillaah meski begitu kita termasuk keturunan Nabi

REPLY

semoga bermanfaat kaka

REPLY

segitu tingginya kak, hehe

REPLY

Hanya Allah yang berhak memberikan hidayah kepada mereka

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates