Rabu, 20 Desember 2017

Bismillaah

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allâh dan kedatangan hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah

[al-Ahzâb/33:21]

Ada sebuah garansi akan kesempurnaan akhlak Rasulullah saw,yang dimana setiap perilaku beliau patut menjadi contoh bagi setiap Manusia bahkan juga selain manusia.

Sebagai sosok nanusia yang secara dzhohiryah sama seperti kita,Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam juga memiliki berbagai masalah yang dihadapi.

Kita pernah memiliki masalah rumah tangga, ekonomi,pergaulan, dan berbagai permasalahan lainnya yang diantara kita juga pernah mengalami masalah-masalah tersebut.

Inilah salah satu tujuan mengapa Allah mengambil utusan-Nya dari bangsa manusia agar kita mampu mempelajariNya.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Q'S At Taubah Ayat 128

Dalam sebuah riwayat disebutkan ‘Aisyah menuntut keadilan kepada Nabi.

Lalu Rasulullah mengusulkan “Bagaimana pendapatmu, jika Abu Bakar yang melakukan?

Aisyah menjawab,
“Aku setuju. "Panggillah beliau untuk datang.”

Setelah Abu Bakar datang, Rasulullah berkata kepada Abu Bakar,
“Kami telah memanggilmu untuk mengadili kami berdua.”

Rasulullah melirik ke arah ‘Aisyah dan berkata,
“Engkau atau aku yang berbicara?"

‘Aisyah menjawab, “Bicaralah dan jangan engkau berkata kecuali hal yang benar,”

mendengar itu, Abu Bakar menampar ‘Aisyah hingga mulutnya berdarah sambil memperingatkan,

“Apakah beliau pernah berbohong, wahai orang yang menyakiti dirinya sendiri?"

‘Aisyah langsung mendekati Rasulullah lalu duduk di belakangnya.

Kemudian Nabi berkata kepada Abu Bakar,

“Kami tidak memintamu untuk ini (menampar) dan kami tidak memintamu untuk ini (memarahi).”
(HR. Bukhari)

Ini adalah salah satu contoh kasus rumah tangga Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam mengenai pasangan hidupnya.

Perhatikan bagaimana  metode Rasulullah  saat memiliki masalah dengan istrinya.

1. Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam sekalipun seorang yang dijamin kesholehan dirinya oleh Allah memberikan ruang kepada istrinya untuk memberikan ruang komunikasi.

2. Permasalahan komunikasi sering menjadi masalah awal sebelum terjadi berbagai permasalahan lain.

Prinsip Pertama
Berikan ruang komunikasi kepada pasangan

Dikarenakan Allah telah menetapkan kaum Adam Sebagai pemimpin sebuah Rumah Tangga.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ 

Kaum Lelaki adalah Pemimpin bagi Kaum Wanita

Disinilah butuh bagi setiap pria untuk belajar rendah hati atas ego kepemimpinan agar mau mendengarkan curahan hati istri.

Terlebih dalam sebuah buku yang berjudul

Why Men Don't Listen And Why Women Don't Read A Map

Karya Allan dan Barbara Pease

Dijelaskan kaum Adam memiliki kelemahan kurang mau mendengarkan atas Apa yang wanita katakan.

Padahal salah satu kebutuhan dasar psikologi seorang istri yaitu ingin didengarkan.

Nah sekarang.
Apakah seorang wanita tidak juga perlu belajar mendengarkan atau memberi ruang komunikasi pada suami?

Tidak hanya kaum Adam tetapi kaum Hawa juga harus belajar 'mengerem' lisan.

Terlebih wanita memiliki kelebihan sejak kecil daripada pria.

Anak perempuan rata-rata lebih cepat bicara daripada anak laki-laki. Perbedaan ini terutama terlihat pada usia anak di bawah 2,5 tahun.

Penelitian di Inggris menemukan bahwa anak perempuan memiliki kosakata yang secara signifikan lebih besar dari anak laki-laki pada usia 18 sampai 24 bulan.

Hal ini bisa disebabkan karena otak bayi perempuan yang baru lahir lebih berkembang di bagian yang mengatur kemampuan bicara dan bahasa.

Teori Norman Geschwind juga menjelaskan bagaimana kaum hawa lebih suka berbicara.

Perkembangan yang lebih cepat, membuat otak perempuan lebih banyak menyerap kata-kata dibanding laki-laki.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata per hari, sementara laki-laki hanya 7.000 kata.

Inilah alasan mengapa anak perempuan Atau para istri kita terlihat lebih cerewet.

Kembali ke pembahasan awal akan pentingnya  wanita memberikan ruang komunikasi kepada para suami.

Dimulai dengan membiarkan para suami memiliki waktu untuk bertafakur saat mengalami masalah. Wanita saat memiliki masalah akan cenderung curhat kepada orang terdekatnya, sementara pria akan memilih waktu menyendiri sebelum berbicara kepada orang terdekatnya.

Inilah menjawab mengapa Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam menyendiri di Gua Hira saat sebelum turun wahyu.

Beliau memikirkan keadaan penduduk Makkah Saat Itu yang menyembah berhala, dan langkah awal yang beliau lakukan adalah  bertafakur menyendiri hingga Allah memberikan wahyu pertama.

Oleh karena itu ruang komunikasi kaum Adam yang perlu di pahami kaum Wanita ialah berikanlah suami waktu menyendiri, berpikir hingga tiba saatnya ia akan berbicara kepada istri.

Sebagaimana Ibunda Khodijah tidak banyak berbicara saat Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam pulang ke eumah dalam keadaan mengigil selepas menerima wahyu, hingga Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam sudah merasakan nyaman untuk berbicara.

Beliau ceritakan semua yang ia lihat dan alami. Melihat malaikat Jibril dalam keadaan asli dan diseru menjadi seorang utusan Allah.

Dan perhatikanlah apa yang Ummu Khodijah sampaikan kepada Suami tercintanya

أَبْشِرْ يَا ابْنَ عَمِّ وَاثْبُتْ فَوَالَّذِي نَفْسُ خَدِيجَةَ بِيَدِهِ! إنِّي لأَرْجُو أَنْ تَكُونَ نَبِيَّ هَذِهِ الأُمَّةِ

“Berbahagialah wahai putra pamanku dan teguhlah engkau. Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada di tangan-Nya! Sungguh aku berharap engkau menjadi nabinya umat ini.”

(Ibnu Hisyam dalam as-Sirah an-Nabawiyah, 1/236).

Perkataan indah yang terucap di saat sang suami merasa takut dan sedih.

Perkataan yang mampu mengokohkannya di tengah bimbang dan ragu.

Ucapan ini mengindikasikan Khadijah tahu akan ada seorang rasul yang diutus.

Dan orang yang ia harapkan untuk menjadi rasul itu adalah suaminya sendiri.

Dengan demikian, keimanan Khadijah bukan semata keimanan fanatik keluarga, tapi sesuatu yang dibangun dengan ilmu.

Pengetahuan Khadijah tentang kerasulan ini terbukti dengan tidak muncul pertanyaan darinya
“Siapa itu Jibril?” ,“Apa itu utusan Allah (Rasulullah)?” dll.

Dikarenakan saudaranya Waraqah pernah katakan kepada Khadijah akan datang seorang nabi akhir zaman dari bangsa ini yang bernama Ahmad.

Perlu kita sadari jika ruang komunikasi seorang Istri belum tentu sama dengan seorang suami, sehingga  kita harus saling terus belajar dimulai dari Shiroh Nabawiyah dan juga berbagai keilmuan psikologi pria dan wanita.



Prinsip Kedua
Memberikan dua pilihan kebaikan kepada pasangan

Memang tidak bisa dihilangkan akan kebutuhan pribadi para Istri Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam.

Namun ini adalah bagian dari perjuangan Rasulullah dimana memang segala apa yang dimilikinya bukan untuk diri sendiri namun untuk berdakwah.

Pelajaran bagi kita  ialah apabila mengalami masalah cobalah berpikir dengan bijaksana untuk mencari berbagai alternatif penyelesaian  masalah bukan hanya satu pilihan saja, dimana berbagai alternatif yang ada  harus mengacu pada apa yang Allah dan Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam ridho.

Allah Ta’ala berfirman:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً)

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta ulil amri diantara kalian. Jika kalian berselisih dalam suatu hal, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”

(QS. An Nisa: 59).

Sebab seringkali  konflik tiada berujung saat kita berpikir hanya ada satu solusi dan itu  menurut penilaian kita sendiri.

Lalu bagaimana supaya kita mendapatkan alternatif solusi penuh kebaikan?

Kuatkan kedekatan kita dengan Allah hingga akhirnya Allah memberikan petunjuk-Nya

Prinsip Ketiga
Ibadah Berjamaah
Dalam Shiroh Nabawiyah ada. banyak momen ikatan hati yang dibangun melalui ibadah jamaah.

Shalat jamaah yang pertama kali Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam lakukan sebelum dengan orang lain yaitu berdua bersama istrinya Khodijah.

Dan Ibadah Shalat Rasululah lakukan bersama istrinya yang lain.

Tidak hanya shalat, bahkan mandi bersama juga pernah dilakukan Rasulullah dengan istrinya

Dalam hadits riwayat Muslim dijelaskan sebuah riwayat agung dari Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq. “Aku mandi bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dari satu bejana.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mendahuluiku sampai aku berkata, ‘Tinggalkan untkku. Tinggalkan untukku.’”

Saat Kita bersatu dalam Ibadah Insya Allah akan disatukan Hati Kita satu sama lain

Oleh: Buya Muhammad Reza Andrianto

Wallahu 'alam bi shawab

1 komentar:

Bener banget nih. Komunikasi itu penting dalam setiap urusan apapun.

Bukan hanya dalam persoalan rumah tangga. Karena kebetulan aku belum menikah hehehe. Jadi melihatnya dari sisi lain.

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates