Sabtu, 16 Desember 2017

Bismillaah
Segala puja puji hanya milik Allah. Hari ini saya masih diberikan kesempatan mengikuti kegiatan Safari Maulid Malam dalam rangka tasyakuran Wakil Bupati Kabupaten Malang bersama   Majelis Maulid wat Ta'lim Riyadhul Jannah.

Acara diadakan di sepanjang jalan raya yang menjadi jalur utama daerah, persis di depan kediaman Wakil Bupati Kabupaten Malang. Menurut keterangan yang disampaikan, baru pertama kali acara seperti ini menutup jalur untuk acara majelis ta'lim.
Saya bisa mengikuti acara  sejak pukul 20.00 WIB bersamaan dibukanya acara oleh Khadimul Majlis dengan pembacaan Surat Fatihah.
Pembacaan shalawat Simthut Durar terus dikumandangkan sampai waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Khadimul Majlis menyampaikan jikalau saat ini waktunya kajian oleh Habib Taufiq Muhammad Barakhwan.
Maka dari itu saya ingin berbagi bagaimana penjelasan sang Habib terkait sebagian  hadits dari kitab Hadits Arbain Nawawi.

 Kalimat mutiara Rasulullah ke Abdullah bin Abbas

وفي رواية – غير الترمذي: (اِحفظِ اللهَ تَجٍدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إلى اللهِ في الرَّخاءِ يَعرِفْكَ في الشّدةِ، وَاعْلَم أن مَا أَخطأكَ لَمْ يَكُن لِيُصيبكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُن لِيُخطِئكَ، وَاعْلَمْ أنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَربِ، وَأَنَّ مَعَ العُسرِ يُسراً)



Pada riwayat selain At Tirmidzi:Jagalah Allah niscaya kamu akan menemukannya dihadapanmu, kenalilah Allah dalam keadaan kesenangan, niscaya Dia akan mengenalimu ketika kamu sulit, ketahuilah segala kesalahanmu belum tentu akan menjadi musibah bagimu, dan tidak pula musibah yang menimpamu disebabkan oleh kesalahanmu, ketahuilah pertolongan itu bersama kesabaran,  kelapangan itu bersama ke sempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.

Kenalan dimana?
Kenalan di rumahnya (masjid).

Ketahuilah , sungguh segala apapun yang tidak diperuntukkan bagimu maka tidak akan sampai kepadamu, dan apa yang sudah menjadi bagianmu tidak akan keliru kepada yang lain, ketahuilah bahwa pertolongan itu akan datang setelah kesabaran.
Kapan sabar itu?
Kesabaran itu ketika pertama kali terjadi ujian.
Dan sesungguhnya jalan keluar itu ada ketika telah terjadi kesulitan.
Inna ma'al usri yusro

..
..
..

Hadits 20: Milikilah Sifat Malu

HADITS KEDUA PULUH

عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ[رواه البخاري ]

Terjemah hadits /     ترجمة الحديث 
: Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry Radhiallahuanhu beliau  berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah :  Jika engkau tidak memiliki rasa malu maka perbuatlah apa yang engkau mau
(Riwayat Bukhori)

Hadits ini ada dua makna menurut sebagian ulama:

1. Sebagai ultimatum untuk memperingatkan umat akan pentingnya sikap malu. Hadits ini merupakan majas ironi bahwa apa yang tidak pantas dilakukan oleh orang yang tidak punya malu ( rai gedek bahasa jawanya) hendaknya tidakbdilakukan.
Dikala kecil, kita sering mendengar orangtua kita menasehati dengan kata
Huss, mboten pareng, saru, alangkah baiknya jika nasehat itu dilakukan.

2.  Segala sesuatu  di suatu daerah apabila dianggap sebagai hal yang  memalukan maka hukumnya bisa makruh bahkan haram apabila dilakukan. Apabila tidak dianggap sebagai hal yang memalukan maka silakan dilakukan.
Beginilah cara orang beriman  menghormati kearifan lokal. Seperti peribahasa: "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung."


Wallahu 'alm bi shawab 

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates