Selasa, 14 November 2017

Baghdad mengalami guncangan  keras pada Ahad malam lalu (12/11) akibat gempa. Padahal ibukota Iraq itu terpisah 348 kilometer dari pusat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter (SR) yang terjadi pada Ahad pukul 21.17 waktu setempat (18.17 GMT) atau Senin (13/11) dinihari WIB tersebut.
Jadi, bisa dibayangkan betapa dahsyatnya dampak gempa di kawasan sekitar episentrum di dekat perbatasan Iraq-Iran itu.
Persisnya sekitar 30 kilometer barat daya Halabjah, Iraq.

Total hingga tengah malam WIB, terjadi 145 gempa susulan di Iran dan Iraq. Getarannya bisa dirasakan sampai Kuwait, Qatar, Turki, Israel, dan Uni Emirat Arab. Tak mengherankan kalau kemudian korbannya demikian besar. Sampai pukul 23.30 WIB tadi malam, mengutip kantor berita Iran IRNA, korban tewas mencapai 407 jiwa.
Inilah gempa paling mematikan di 2017. "Rekor" sebelumnya adalah gempa Mexico pada 19 September lalu yang menewaskan 369 orang.
Sementara itu, korban luka mencapai 6.700 orang.
Sebanyak 70.000 orang juga membutuhkan penampungan.
Di Iraq ada 7 korban tewas dan 535 lainnya terluka. Itu pun jumlah korban tewas, baik di Iraq maupun di Iran diperkirakan terus bertambah.

Abdul Karim Abdullah Taqi, pakar gempa Iraq, menjelaskan bahwa ketimpangan jumlah korban di Iran maupun di Iraq,   terjadi karena struktur tanah kedua negara berbeda. Iraq, menurutnya cenderung menyerap getaran.
Dalam gempa kali ini, menurut Taqi, patahan itu mengarah ke Iran yang memang tercatat sebagai salah satu negara paling rawan gempa. Iran terletak di persimpangan beberapa patahan (sesar). Termasuk dua patahan besar Arabia dan Eurasia. Karena itu, aktivitas seismik bawah tanah di Iran sangat tinggi dan membuat negara tersebut sering diguncang gempa.
Dari keseluruhan, korban meninggal terbanyak ada di Sarpol-e-Zahab, kota di Provinsi Kermansyah yang hanya terpisah 10 kilometer dari perbatasan Iraq dengan korban meninggal sebanyak 236 orang.
Kota berpenduduk 45 ribu jiwa itu pun dilaporkan porak-poranda.
Hari ini (14/11) Presiden Rouhani dijadwalkan meninjau lokasi bencana di Iran.
"Dengan sepenuh hati saya bersimpati kepada seluruh korban bencana ini dan memohon pengampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala bagi mereka yang meninggal serta semoga segera pulih para korban luka-luka," kata Rouhani dalam pernyataan resmi.

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates