Minggu, 26 November 2017

Pengumuman. Berikut pembagian kelas bedah tulisan: Group Bawang Merah diketuai oleh Mabruroh dengan anggota dua puluh enam orang; Group Kentang diketua  oleh K.G. Fery dengan anggota dua puluh enam orang; Group Cabe Merah diketua  oleh Septian Wijaya dengan anggota dua puluh enam orang; Group Wortel diketuai oleh Sakifah dengan anggota dua puluh enam orang dengan data terlampir.” Kata admin melanjutkan.

Aku yang sedari tadi menyimak keramaian ini, buru – buru mencari namaku ada dimana gerangan. Grup bawang merah lewat, grup kentang lewat, grup cabe merah ternyata ada namaku, langsung saja kulompati nama – nama peserta di grup wortel untuk segera membaca pengumuman selanjutnya.
“Bagaimana?. Sudah siap Ng-ODOP mulai besok?. Tantangan Pekan I adalah ‘Tentang Aku dan Pengalaman yang Paling Berkesan di Hidupku’. Tidak ada ketentuan ya, bebas dengan gaya menulis teman sendiri. Sukses selalu!.” Seru admin lain kemudian.

Pertanyaan demi pertanyaan makin ramai dan beragam, begitu juga dengan candaan serta ekspresi kekagetan turut menyertai. Tugas dan tantangan sudah resmi dimulai, bisakah aku melewatinya?
Dari pernyataan ini kuhentikan penyimakan, karena tugas di dunia nyata masih menunggu untuk diselesaikan. Meski handphone sudah kumatikan, masih saja nyala pikiran tertuju pada keramaian pengumuman tantangan, sekarang apa yang harus kutuliskan. Ya Rahmaan,  bantulah hamba mengatasi kerumitan. Sebait doa pun terpanjatkan.
.
.
.
Disela kesibukan, kucoba membuka lagi berjubel notif pemberitahuan itu, kali ini sampailah pada pertanyaan dari sang Abang “Ada beberapa member yang dulunya juga pernah ikutan ODOP, share dong, kenapa anda semua, yang dulu pernah ikut dan kemudian mundur, kini ikutan lagi. Saya bener-bener pengen tahu alasannya....”


“Alasan saya bergabung kembali di ODOP adalah ODOP itu yang saya sesuai dengan kebutuhan saya. Saya suka menulis, mau mengembangkan tulisan saya, tapi tidak juga yang menggebu untuk segera menerbitkan buku. Saya senang membaca tulisan yang bagus-bagus, yang bermakna, yang tulus, yang ngena ke hati. Nah, saya yakin tulisan seperti itu nggak terjadi dalam satu hari. Sayangnya, sebagai manusia yang sering lalai menulis setiap hari lebih sering berakhir sampai niat. Maka, saya perlu berkumpul dengan orang-orang yang suka menulis juga. Setelah saya mundur dari ODOP 3, di mana manajemen waktu saya yang buruk yang menjadi alasannya, saya mencoba mengikuti beberapa komunitas menulis online yang wara-wiri di dunia maya. Tapi, entahlah bagi saya tidak ada yang sama seperti ODOP. I wasn't fit in there. Malah sempat beberapa kali merasanya, kok ga kayak ODOP ya . Jujur ada keunikan dari ODOP yang bikin saya kangen, bikin saya semangat nulis setiap hari. Keseruan-keseruan yang berbeda dari yang lain. Saya masih inget salah satu tantangan metafora yang ada comberan sama kalajengking yang bikin saya mikir gimana nyatuinnya. 😅. Dan saya belum menemukan kekeluargaan seperti yang saya alami di ODOP ini.” Balas seorang member mengawali.

Bersambung....

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates