Selasa, 21 November 2017

“Kita sudah melahirkan karya, sekecil apapun. Seperti kata Bang Syaiha : ‘Teruslah menulis untuk keabadian. Kelak, tulisan itu akan menemukan nasibnya.’ Saya kaget ketika membuka Google Statistic, tulisan saya di Blog itu sekarang banyak dikunjungi pembaca. Tiap hari rata-rata ada 100-200.” Ungkap Narasumber kemudian.
Sebelum kelas ditutup, sang narasumber memberikan tips bagi adik – adiknya agar tetap bertahan di kelasitu.

Tips bertahan di ODOP.
  1.  Menjadikan Odop sebagai tempat belajar, berlatih dan menempa diri menjadi penulis.
  2.  Media berinteraksi dengan banyak teman yang memiliki aneka latar belakang, karakter, dan keistimewaan.
  3.  Mengikuti dan memenuhi semua ketentuan, tugas, tantangan dengan sadar dan senang.
  4.  Punya niat baik dan tekad kuat. Mendisiplinkan diri dan mengatur waktu dengan baik.
  5.  #TetapSemangat. #TerusBerkarya
So, dari kelas Pre ODOP ini, teman-teman sekiranya punya gambaran, apa dan bagaimana ODOP. Pertanyaannya adalah apakah siap untuk melanjutkan Kelas di ODOP?. Bagi yang siap, ayo kuatkan tekad dan semangat kalian.” Seru moderator sesaat sebelum acara diakhiri.

“Alhamdulillah, tidak terasa kelas Pre-ODOP sudah selesai, semoga bisa membekali teman-teman sekalian dalam tahap selanjutnya di Komunitas ODOP ini.” Sapa kak Kifa selanjutnya.

“Mumpung belum close: ‘Sing penting nulis, rèk. Salah bener urusan mburi.’ Jangan sampai alpha tidak menulis!. Nanti, tulisan kita akan membaik dengan sendiri, seiring rajin menulis. Hari minggu, gali ide sebanyak-banyaknya!” Tegur kak Heru.


Beginilah cuplikan keseruan detik-detik terakhir kelas Pre-ODOP. Meskipun kondisi sedang hujan di dunia nyata, aku merasakan pantikan motivasi yang mampu membakar semangat jiwa sehingga suhu dingin akibat hujan yang turun terasa biasa saja.

Jam menunjukkan pukul sebelas malam ketika handphone menerima pesan terakhir kala itu. Kurebahkan tubuh ini setelah melakukan persiapan pembaringan, namun keramaian grup itu masih terngiang-ngiang dalam ingatan.  Waktu  terus berputar – tantangan mulai terpampang  nyata – nama grup sudah dirubah – dunia nyata versus dunia maya -  mampukah aku melakoninya?

Mungkin terlihat cengeng bagi orang lain, tapi beginilah kenyataannya. Tetap menantang diri bergabung dengan grup ini ditengah kerumitan dunia nyata yang sedang dihadapi adalah hal yang sedikit banyak turut menguras pikiran dan tenaga. Tapi kembali lagi, disinilah kutahu kerumitan itu tidak dilakukan sendiri, masih banyak orang lain yang lebih rumit tugas hidupnya mampu melewati tantangan demi tantangan, sebut saja narasumber tamu malam itu. Karena hanya Allah yang mampu memudahkan segalanya, yang telah mempertemukan dengan manusia-manusia pilihan meski masih hanya di dunia maya. Intinya, jaga niat untuk terus bermanfaat. Semangat!
Terlelap dalam gelap bersama harap. Bagaimana bisingnya keramaian dunia mayaku esok ?

Bersambung . . . .

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates