Selasa, 21 November 2017



Narasumber  : “Filosofi hidup saya,  ‘Bagaimana hidup bermanfaat bagi orang lain.’ Ini saya jalani dengan banyak kegiatan sosial."


Penanya        : “Di blog bapak menyebutkan ‘usia yg tdk muda lagi’. Kalau boleh saya tahu, berapa usia bapak ya? Krn awal gabung di sini, saya udah keder duluan lihat semua pada muda-muda yg gabung di sini, sementara saya sudah menjelang 50.”

Narasumber  : “Saya berusia 60 tahun.”

Penanya        : “Jenis tantangan apa yang disukai Bapak ketika menulis?”

Narasumber  : “Saya menyukai semua jenis tantangan. Karena dari sinilah kita dituntut untuk belajar tentang apa saja.”

Penanya        : “Saya juga suka membaca novel pak, membaca apapun yang bisa saya baca asalkan itu positif. Pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan agar bisa seperti bapak? Apakah Bapak mempunyai cara khusus?”

Narasumber  : “Mengelola waktu dengan baik. Saya banyak menulis di waktu malam, karena siang hari banyak kegiatan.”

Penanya        : “Pak Suparto, kenapa bisa bilang kalau ODOP adalah bagian hidup? Padahal kan baru 2 tahun ya. Terus, kesibukan bapak selain menulis, apalagi? pingin belajar mengatur waktu."

Narasumber  : “Karena Odop sudah seperti jiwa saya. Melalui Odop kita melahirkan karya. Kesibukan saya saat ini. Anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal, Ketua dua organisasi sosial di tingkat RW dan Kelurahan, Wakil ketua Perhimpunan Donor  Darah Indonesia Kabupaten Sragen, dan beberapa lagi.”

Penanya        : “Sedari kecil saya suka berkhayal dan pendiam, tapi egois karena suka asik dengan khayalan sendiri. Malas membaca tulisan orang lain. Nah, bagaimana cara menghilangkan belenggu seperti ini agar khayalan-khayalan ini menjadi tulisan yang bermanfaat bagi orang lain?”

Narasumber  : “Beri contoh dari diri kita. Jelaskan betapa indahnya hidup dengan banyak membaca. Sabar. Saya bikin slogan TetapSemangat TerusBerkarya. Inilah perlunya Odop. Agar kita terkondisikan untuk terus berusaha dan 'dipaksa' menulis. Kesulitan demi demi kesulitan secara berangsur akan teratasi. Ibarat kita belajar naik sepeda waktu kecil dulu. Sering jatuh. Tapi kita mencoba bangun sendiri dengan cara kita sendiri kan?”

Moderator    : “Seharusnya para pemuda dan pemudi lebih semangat dan giat lagi dlm berkarya~ maasya Allaah. Salut dah”

Ditengah keramaian, tiba-tiba muncul sosok Abang Syaiha memberikan klarifikasi tentang  keunikan Pak Suparto ini. “Saya ingat betul, pak Parto ini, saking inginnya gabung di ODOP dulu, sampai udah ngODOP sebelum pendaftaran ODOP dibuka. Sudah berteman dengan saya, menyetorkan tulisan, dan sebagainya.” Ungkapnya.

Bersambung....

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates