Selasa, 21 November 2017

“Apapun bisa jadi ide tulisan. Bahkan nggak ada ide menulis pun, adalah sebuah ide tulisan...” Tegur Bang Syaiha dikala Sabtu pagi itu. Lagi – lagi, sebuah surprise datang mengawali keramaian lalu lintas sosial media – grup whatsapp teramai sepanjang pekan – dari seorang Abang yang rela menyayangi adik – adik mayanya.

“Duh bang syaiha ini memang inspiratif. Tulisan saya yang judulnya "Menulis Apa?" Salah satunya terinspirasi chat bang syaiha.” Celetuk Nisa menimpali.

“ Sudah menulis kah hari ini??  Daripada sosmedan 15 menit, atau curhat di dinding ratapan sosmed mending buat tulisan. Saya rasa masih ada teman-teman yang ketinggalan. Mungkin bisa menyusul. Gak perlu merasa tertinggal ya. Gak enak kan rasanya kalau tertinggal sendiri. Apalagi kalau saat ujian, paling terakhir pulangnya. Teman-teman yang ketinggalan, bisa menyusul. Kalau malu tanya di sini, bisa japri para admin yg baik hati.” Tegur Kak Tran sambil tersenyum kemudian.

Tegur sapa seperti itulah yang membuat semangat para peserta kelas ini tetap terjaga, meskipun kadang ada juga yang merasa terganggu karenanya, but overall it’s ok!.

“Teman-teman di sini bidangnya berbeda-beda . Keahliannya pun berbeda. Gak ada manusia yang gak punya keahlian. Setiap manusia pasti punya skill / keahlian masing-masing. Teman-teman semua unik Saya hadir di sini bukan sebagai seorang guru. Saya hanya seorang teman yang akan menemani perjalanan menulis teman-teman semua. Di sini teman-teman juga masuk gak dipungut biaya. Niat founder ODOP Bang Syaiha begitu positif dan mulia. Beliau terus mendorong kami untuk terus menulis di sela-sela kesibukan kami.” Kata Kak Tran saat mengawali materi spesialisasi blog malam sebelumnya. 

Aku yang sedari awal bergabung sudah  ketagihan dengan keramaian ini, turut merasakan pengaruh positif dari semangat yang ditebar para manusia pilihan disini. Setelah serangkaian materi penunjang kemampuan menulis dengan media blog dibagikan, mereka juga masih rela meluangkan waktu untuk sekedar memantik semangat tim barunya. Ucapan syukur pun turut menyertai.

"Wah, kalau Nakmas tidak tahu tulis-menulis seperti ini, di wilayah ini Nakmas tidak akan dihargai sama sekali. Meski tampang ganteng begitu, tapi tidak suka menulis, apalagi sama sekali belum pernah bikin karya meskipun sekedar puisi, maka tidak akan ada cewek yang bakal naksir Nakmas." Seru kak Wakhid di tengah keramaian. 

Sontak para peserta kelaspun merasa terkaget-kaget, apalagi yang statusnya masih anak-anak baru gede, eh. Sesuai namanya, seorang Wakhid ini seperti punya janji untuk terus menjadi yang pertama dalam hal kebaikan, salah satunya ketika mempublikasikan link hasil karyanya. Apa yang dikatakannya itu adalah salah satu cuplikan dari karya fenomenalnya, sedang promosi ceritanya.
Bejibun promosi karya tulis lainnya pun turut tayang ditengah-tengah keramaian, memang sesuatu yang menguntungkan itu harus sering-sering ditiru, setuju kan?

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates