Minggu, 26 November 2017



Narasumber  : “Bagaimana kesan teman-teman di odop untuk beberapa hari ini?. Oya, malam ini kita saharing-saharing saja ya, baca beberapa karya teman-teman di blog, sepertinya semuanya bukan penulis pemula bagus-bagus sudah tulisannya. Bertahan di odop ini sebenarnya tidak mudah, maju mundur, maju mundur mau left tapi sayang. Di odop ini, dari odop 1-3 yang bertahan rata-rata yang memang masih mempunyai semangat tinggi dalam menghasilkan tulisan, nanti mungkin di mingu-minggu pertama share link penuh, minggu-minggu berikutnya...wallohu alam. Saya pengin tahu, alasan teman-teman mau jadi penulis apa ya?."


Peserta          : “Kalau kita bukan tokoh sejarah, setidaknya dengan kita menulis. Orang-orang akan mengenal kita. Terus, terkadang kata-kata yang keluar dari ucapan cuma bisa kena satu atau dua orang. Tapi tulisan bisa berpuluh bahkan berjuta – juta  jiwa otak manusia."

Peserta          : “Pada awalnya ingin menulis pesan yang dapat bermanfaat dan membawa kebaikan khususnya bagi diri yang menuliskan.”

Peserta          : “Refreshing, biar ga stress. Soalnya ada yang bilang, menulis itu bisa mengurangi stress.”

Peserta          : “Saya buat nyari duit mbak, ini doang kayaknya pilihan karir kedepan.”


Narasumber  : “Aku juga mau nih...sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Pernah tidak nih teman-teman kehabisan ide? biasanya ide teman-teman datang dari mana?."

Peserta          : “Saya suka fiksi, tapi lebih suka non fiksi kak 😂, ide datang dari kisah sendiri, kisah yang pernah dilihat, dan didengar dari sekitar kak.”

Peserta          : “Dari banyak hal. Saat hujan, saat lihat orang di sekitar, saat berkhayal. Dll. Banyak lagi. Mungkin ide gak pernah habis tapi cara menuangkan idenya yang kadang mentok.”

Narasumber  : “Nah ini sudah pada tahu dapat idenya dari mana kan ya, mungkin kita sering mendapatkan ide tetapi pas eksekusi macet di tengah jalan, dari pengalaman saya, biasanya saya ingin cepat-cepat menyelesaikanisi cerita, jadi di paragraf satu dan dua, semua informasi yang ingin disampaikan dalam cerita itu sudah di sampaikan maka, kita kebingungan mau nulis apa lagi.”

Peserta          : “Saya sih punya formula buat bikin tulisan sesuai dan fokus, namun suka sulit nerapinnya, tokoh + tujuan – halangan.”

Narasumber  : “Mungkin kita memang punya ide,  tapi arah tulisan kita itu masih belum jelas. misalkan mungkin kita belum punya tokoh yang kuat, inti pesan yang mau di sampaikan apa, alurnya bagaimana, endingnya bagaimana. Biasanya kita paling mudah menulis itu dari pengalaman pribadi ataupun cerita sahabat-sahabat kita. Ide biasanya bisa di dapatkan dari hal-hal kecil di sekitar kita. sendok, garpu, piring, bantal ataupun baju dan lain sebagainya. “Coba pernah tidak bayangin, kalau kita makan tidak habis, nasi masih tersisa apakah mungkin piring itu sedih?. Bagaimana kalau kita posisikan kita sebagai piring itu, menceritakan seornag lelaki gembul yang doyan makan, tapi tidak pernah habis. Itulah enaknya fiksi, kita bisa bikin cerita sesuai keinginan kita.”

Peserta          : “Langsung dapat inspirasi 😳”

Narasumber  : “Nah ide selanjutnya, seperti yang telah saya singgung, dari pengalaman pribadi. Tapi jangan sampai jadi seperti tulisan curhat ya, biasanya pengalaman pribadi ini jika pandai menceritakan akan sangat menyentuh hati pembacanya karena itu benar-benar kita alami.  Biasanya tulisan yang ditulis dengan sepenuh cinta, mudah ngena di hati pembaca, ini diluar unsur intrinsik tulisan ya. Menulis aja apa yang mau kita tulis, apalagi kita posting di blog pribadi kita, jika bisa tetap membawa pesan yang baik kepada pembacanya. Oya, saya kasih tahu di odop ini tidak ada yang namanya guru, kita belajar bersama-sama otodidak, saling melengkapi satu sama lain, dari sinilah tulisan kita-kita jadi berkembang itu gunanya di odop ini di adakan program bedah tulisan, biar kita saling melengkapi kekurangan dalam tulisan kita, jadi ke berikutnya tulisan kita semakin baik.”

Aku                 : “MasyaAllah....”

Narasumber  : “Lanjuut yang masih ada hubungannya dengan ide ya. Selain pengalaman pribadi dan benda-benda di sekitar kita ide juga bisa datang dari Film, musik, buku yang kita baca usahakan kita membaca berbagai genre buku, jadi tulisan kitapun tidak monoton, terserah deh itu tulisan mau hasil pertamanya seperti apa. Saya biasanya ide dari menonton itu saya bikin review, ceritakan uang manfaatnya. Maaf promosi tulisan yang dituis setelah nonton film http://wiwid-nurwidayati.blogspot.co.id/2016/10/belajar-dari-lagu-shakira-try-everything.html.

Peserta          : “Bagaimana dengan fiksi kak?”

Narasumber  : “Ini ada nasehat dari teman untuk saya, tentang penulisan dalam kalimat fiksi
1.Pastikan kalimat dibuat sependek mungkin, maksimal kata dalam satu kalimat adalah 16 kata.
2. Kalimat harus memiliki subjek
3. Tanda baca benar
4. Perhatikan! Biasanya yang memakai POV1 itu sering terkena seranagan ku, mu.
5. Agar lebih hidup showingkan setiap hal yang terjadi. Biasanya kita sering memakai kata, “Brak”, “Prang” mungkin ini bisa kita showingkan menjadi “bunyi suara piring yang terdengar nyaring membuat tubuhku terlonjak.”
6. Banyak-banyak membaca. Biasanya kita akan sering mendapatkan ide setelah membaca buku, mungkin dari satu kata atau satu kalimat yang terdapat di sana."

Moderator    : “Sudah malam, terimakasih kak Wid atas ilmunya. Semoga Allah membalas kebaikanya.”

Alhamdulillah, keramaian dunia maya malam itu telah disudahi, namun keramaian – keramaian selanjutnya juga masih menanti karena ini masih hari pertama tantangan dimulai. Masih mau tau kelanjutannya? Kalau iya tolong beri komentar dibawah ya :)




Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates