Rabu, 15 November 2017

“Jadi artinya udah lolos? Makasih kang” sorak Taufan sambil tertawa, seorang pria asal Cirebon yang mengaku sebagai pengangguran yang masih kuliah ini mengawali pesan pertama yang masuk ke handphone-ku setelah digabung dengan acara ini.

“Assalamu'alaikum, salam kenal, saya Syahrul dari Bogor, Jawa Barat” sambung seorang pria menimpali.
“Salam kenal semuanya.Saya dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.” Sahut seorang gadis.
 “Wuahhh, Alhamdulillah dapet undangan masuk sini!” celetuk seorang wanita sebelum akhirnya mengenalkan diri bernama Riovani domisili di daerah Kupang.
Selang sedetik salah satu penyelenggara turut memperkenalkan diri, “Salam kenal semuanya...Saya wiwid dari Batam.”
“Kenalan yukk biar kenal” sambung seorang wanita guru PAUD bernama Reisha yang berasal dari  Bandung.
“Kenalan yukk biar kenal” tegur Veniy sambil nyengir menirukan kalimat bu guru Rei. Veniy pun memperkenalkan diri dari Pontianak dengan kesibukannya berjualan online sambil menulis.
“Kenalan yukk biar kenal sama saya” sapa Lisa seorang pegawai swasta dari Medan
“Kenalan yukk biar kenal” balas Lutfi seorang santri Asrama Rumah Muda Indonesia sambil cengar-cengir, asalnya dari Jombang.
Sovia pun ikut mengulang perkenalannya, katanya perkenalan yang dulu salah. Dia peserta paling muda di acara ini yang berasal dari Palangkaraya, umurnya masih empatbelas tahun.
“Yuuuk..” Seru Yanyan seorang pengajar di Banten menjawab sapaan dari peserta sebelumya
Tiba-tiba sapaan berulang lagi, “Kenalan yukk biar kenal” kata Mursyid seorang pelatih panahan asal Soreang sambil cengar-cengir juga.
Lagi-lagi sambil cengar-cengir seorang penulis yang berdagang Seblak bernama Yoga pun ikut memperkenalkan diri, ia berasal dari Bandung.
Baru kusadari, ternyata kalimat “Kenalan yukk biar kenal” sambil cengar-cengir itu adalah format perkenalan yang ditiru dari perkenalan sebelumnya.
Berikutnya ada perkenalan dari Zen seorang mahasiswa asal Samarinda. Ada Syahrul seorang pengajar/scholarship hunter dari Bogor. Disambung oleh Rina seorang mahasiswi/asisten penelitian asal Purwokerto.  Ahnan seorang santri asal Tasikmalaya pun ikut kenalan dengan memberi salam terlebih dahulu lalu nyeletuk “Kalau sudah kirim identitas boleh keluar grup enggak, ya?” disertai sebuah cengiran.
Perkenalan tetap berlanjut. Ada Laila seorang Pengajar asal Sidoarjo. Ada Tya mahasiswa asal Bantul. “Maaf baru belajar bikin blog jadi gak paham. Sering error, hehe” kata Atikah seorang freelancer asal Depok. Ada Ulan seorang Mahasiswi asal Jakarta. “Mohon bimbingannya...” kata Wakhid asal Jawa Tengah di akhir perkenalannya, ia bilang sedang sibuk kerja keras. Ada Agil domisili Cirebon, berprofesi sebagai istri dari 1 suami dan mama dari 1 putri. “Assalamualaikum, salam kenal semuanya dan monggo mampir ke blog saya” sapa Nining seorang Karyawati di Surabaya.
“Kalau di ODOP 2, ada pak Parto... Sudah sepuh, mungkin usia beliau 50 tahun lebih... tp semangat menulisnya luar biasa... Angkat topi saya sama beliau...” tegas pencetus acara ini di akhir malam Ahad itu.
Perkenalan ternyata masih berlanjut sampai jam menunjukkan pukul 22.30 WIB. Namun, aku mulai mengantuk untuk tetap menghadirinya. Kuputuskan untuk mematikan handphone dan menuju tempat pembaringan. Malam itu, aku merasakan ada semangat baru yang membuat adrenalin terpacu lebih kuat. Aku lega bercampur senang karena malam itu akhirnya hilang sudah perasaan cemas setelah beberapa hari menunggu kepastian tugas yang sempat kukerjakan untuk bisa mengikuti acara gratis namun banyak manfaat ini.
Ya, acara disebuah grup whatsapps berjudul “PreODOP batch 4” sebelum akhirnya dirubah menjadi “ODOP batch 4 dikemudian hari. Acara yang pernah aku ikuti di grup serupa setahun yang lalu, namun tidak sampai akhir dikarenakan sulitnya mengatur kesibukan dunia nyata waktu itu. Sekarang aku mendapatinya lagi, dengan para penyelenggara yang bertambah banyak dan para peserta yang menimbulkan semangat lebih yang berbeda dari grup sebelumnya. Salah satunya, karena ada beberapa peserta di grup kali ini yang jauh lebih muda dariku, juga yang jauh lebih tua melampauiku juga ada.
Berawal dari keisenganku meninjau status whatsapp teman-teman dunia maya. Tibalah pada sebuah status yang menarik perhatian, setelah terunduh buru-buru kubalas status itu untuk menanyakan kebenarannya. Status tentang dibukanya grup one day one post batch 4 itulah yang kutunggu-tunggu sampai sembilan bulan ini sejak keluarnya dari grup  one day one post batch 3 yang pernah kuikuti sebelumnya. Rasa kaget bercampur bahagia pun menyeruak seketika, sambil membaca chat di beberapa grup lain aku menanti dengan perasaan cemas, berharap chat yang baru saja kukirim terbalas dengan cepat. Ternyata harapanku tidak mulus, sampai keesokan hari chat itu belum mendapat jawaban dari pemilik status, tapi aku berkeyakinan kalau info yang disebar itu memang benar adanya.
Selang beberapa jam, terlihat balasan dari kontak yang kutuju. Dia bilang, kalau info tersebut benar adanya dan aku dianjurkan untuk segera menghubungi kontak salah satu penyelenggara untuk mengisi format pendaftaran. Setelah kontak kuterima, langsung saja aku kirim pernyataan minat mengikuti acara tersebut ke salah satu kontak yang ada. Lagi-lagi, aku harus sabar menunggu, dengan cemas berharap pendaftaran belum ditutup.
Beberapa jam kemudian, terlihat balasan dari kontak penyelenggara tersebut, belakangan kutahu kalau nama pemilik kontak itu bernama Syakifa, makanya kenapa kontak itu dinamai Kifa.
Setelah menjawab pesanku, ia langsung memberikan link berisi format pendaftaran untuk diisi dan sebuah link tantangan sebagai pengikat bahwa peserta benar-benar ingin mengikuti acara tersebut. Ia juga menjelaskan jika data sudah masuk, akan ada pesan balasan bagi para peserta yang diloloskan.
Berdebaran lagi perasaanku mendapat konfirmasi itu. Setelah format pendaftaran terkirim, seketika itu juga kukerjakan tantangan yang diberikan. Ternyata tantangannya adalah para calon peserta harus menuliskan apa yang diketahuinya tentang one day one post dan disebar di blog masing-masing. Aku langsung kerjakan tugas tersebut karena sempat bergabung dengan grup serupa, namun karena kata-kataku masih terbatas hanya beginilah hasil yang bisa terkumpulkan https://zeelazeal.blogspot.co.id/2017/09/apersepsi-odop4.html .
Bersambung ....

6 komentar

Waw... Dikumpul dimari... Jadi sejarah utk masa depan.. Keren.

REPLY

ga kenalan sih, hehehe peace. terimakasih sudah mampir

REPLY

terimakasih udah BW kak

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates