Kamis, 02 November 2017

Coba kita renungkan bagaimana sumpah iblis yang diabadikan dalam Alquran ;

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (*) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). [ QS. Al A’raf : 16 – 17 ].

Berdasarkan ayat tersebut,  kita harus hati-hati dan memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan keistiqamahan dan tidak tergoda dengan jalan setan.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam pun mengajarkan kepada kita suatu do’a yang dibaca pagi dan sore hari. Diantara do’a tersebut adalah ;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu ‘afiat (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan di akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu pemaafan dan ‘afiat pada agamaku dan kehidupan duniaku, keluarga, dan hartaku. Ya Allah tutuplah aurat-auratku, berikan rasa aman padaku. Ya Allah jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagunganMu agar aku tidak tersambar dari bagian bawahku

(H.R Abu Dawud dari Ibnu Umar, dishahihkan oleh Syaikh al-Albany

Jagalah dari arah depan

Manusia dibuat ragu dan lupa pada urusan akhirat. Terpikirkan pun tidak, terbersitbpun tidak, dibuat ragu atau putus asa terhadap adzab kubur.
Buktinya sekarang sering bermunculan guyonan mengenai neraka. Mereka mengatakan kalau masuk neraka akan tambah asyik karena akan dikumpulkan dengan para bintang film yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng.Sungguh guyonan parah yang bisa menjadikan seseorang keluar dari islam. Hal ini menunjukkan keberhasilan iblis. Manusia dibuat tidak tahu akan pedihnya adzab neraka, sehingga mampu berolok-olok akan neraka yang sangat pedih siksanya. Mereka tidak tahu bahwa api neraka yang hanya sebesar korek api pun jika dijatuhkan pada lautan dunia niscaya akan kering seketika laut dunia, menguap tak bersisa.

Untuk membentengi diri dari ancaman iblis ini maka kita harus selalu mengingat kematian. Kemudian mempelajari ilmu mengenai alam kubur, siksa dan nikmatnya, pedihnya neraka, betapa nikmatnya surga sehingga makin jelas kenikmatan dan kesengsaraan yang akan didapat nanti sebagai akibat dari setiap apa yang kita lakukan di dunia. Karena setiap apa yang kita lakukan akan dibalas di akhirat. Setiap kebaikan walau hanya sebesar biji sawi akan dibalas dengan kenikmatan. Sebaliknya, seberat biji sawi dari sebuah kejelekan akan dibalas di akhirat nanti. Inilah inti dari iman kepada hari akhir.

Jagalah dari belakang

Mereka  membuat manusia cinta kepada dunia. Maksudnya dunia dibuat sangat indah, baik, penuh warna. Sehingga orang sangat senang, gandrung, bahkan mencintai dunia melebihi akhirat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ;

إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرةٌ ، وإنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرَ كَيفَ تَعْمَلُونَ ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ ؛ فإنَّ أَوَّلَ فِتْنَةُ بَنِي إسرائيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ

“Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau. Dan sesungguhnya Allah akan menyerahkannya kepada kalian dan melihat apa yang akan kalian lakukan. Maka, berhati-hatilah kalian pada dunia, dan berhati-hatilah juga pada para wanita ! Karena fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil datang dari para wanita”. [ Muslim no. 2742 ].

Kalau seandainya orang diberi pengumuman, barangsiapa shalat subuh sebulan penuh diberi mobil mewah dengan menukarkan absensi yang ditandatangani oleh takmir, pastilah berbondong-bondong orang melakukan sholat subuh di masjid. Padahal kenyataan sebenarnya bahwa setiap 2 rakaat sebelum shubuh telah Allah janjikan lebih baik dari dunia seisinya.

Hari ini lebih antusias orang mendatangi konser dibanding datang ke pengajian meskipun  diberi makan, minum, bahkan ilmu yang manfaat. Inilah beberapa contoh keberhasilan iblis yang telah mengembangkan berbagai metode menyesatkan manusia selama beratus-ratus tahun.

Terapi dari gandrungnya kita terhadap dunia adalah dengan mengingat bahwa kita hidup dunia ibarat seorang musafir yang berteduh di bawah pohon. Setelah beberapa saat beristirahat, maka musafir tersebut akan melanjutkan perjalanannya. Inilah gambaran Rasulullah sallallahu alaihi wasalam tentang dunia. Belau bersabda dalam hadistnya ;

مَا أَنَا وَالدُّنْيَا إِنَّمَا أَنَا وَالدُّنْيَا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

Apa urusanku dgn dunia ini ?. Sesungguhnya diriku & dunia ini bagaikan seseorang yg tengah berjalan kemudian berteduh di bawah pohon, lalu aku pergi meninggalkan (pohon tersebut). [ Hadits ibnumajah 4099 ].

Jagalah dari kanan

Iblis membuat  urusan-urusan agama menjadi tidak jelas. Manusiapun dibuat berat dalam melaksanakan berbagai kebaikan.

Saat seseorang hendak bertahajud, setan membisikan suara dalam hati: lanjutkan tidurmu, malam masih panjang. Ketika ia sudah mendekati subuh, setan membisikkan : Terus tidurlah, baru adzan nanti saja kalau sudah iqomah, namun ketika  tersadar bahwa iqamah telah disuarakan oleh muadzin, setan kembali membisikkkan : Nanti saja, shalat nanti-nanti juga diperbolehkan. Sehingga ia luput dari shalat tahajud dan juga shalat subuh berjama’ah.

Setan terus membisikkan bisikan-bisikan yang menjadikan orang berat untuk beribadah. sehingga banyak diantara manusia yang menyia-nyiakan shalat dan bahkan telah meninggalkan shalat karena berkeyakinan bahwa Allah maha pengampun dan tidak akan menyiksa hambanya yang masih mengaku muslim.
Astaghfirullah

Setan berusaha untuk menggagalkan atau mengurangi kadar ketaatan seseorang. Maka, kita harus bersegera dalam melakukan kebaikan agar tidak berubah pikiran karena bisikan setan. Bersegera melakukan kebaikan juga merupakan perintah Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam al qur’an ;

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran : 133-134)

Jagalah dari kiri 

Kemaksiatan dikemas dan dipoles sedemikian rupa sehingga nampak indah dan menarik.
Jdi, kalau dilihat menggunakan akal sehat pasti merugikan. Namun bagaimana megah dan mewahnya tempat-tempat perjudian itu seakan merupakan hiburan  yang berkelas. Para penjudipun dibisikkan angan-angan kosong akan kekayaan jika menang. Tetapi tidak ada dalam sejarah orang yang kaya karena judi, malah kebangrutan dan kehancuran rumah tangga.

Zina pun juga demikian. Dibuat indah dan menarik sehingga film-film di bioskop maupun televisi dipenuhi dengan adegan-adegan yang mengajak orang pada perzinaan. Seakan gonta-ganti selingkuhan terasa nikmat dan menjadi tren yang dilakukan oleh orang-orang yang kaya dan elit. Bahkan ada yang bangga dengan prestasinya meniduri banyak wanita.
Ribapun juga dibuat indah oleh iblis. Produk iblis terkait riba sungguh sangat indah dan paling berhasil. lihatlah bagaimana institusi perbankan, leasing dan perkreditan yang sangat marak, di dunia perbisnisan. Bahkan seseorang bisa berbangga manakala bekerja di bank, padahal ia seorang muslim yang selalu shalat 5 waktu. Terlebih lagi dimasa kini hampir tidak ada orang yang terlepas dari membeli kredit dengan akad yang mengandung riba bahkan parahnya ibadah hajipun menjadi komoditas rawan riba.

Masih ada jalan yang tersisa untuk kita yaitu atas dan bawah.

Jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam do’a dengan penuh kerendah-hatian atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyu’an, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka” (At-Tafsir Al-Kabir V/215).

Shalat dan bersujudlah.
Sujud itu indah, dimana saat kita berbisiknya di bumi bisa terdengar sampai ke langit.

MasyaAllah. Tidak akan selamat seseorang dari jerat setan kecuali dengan ilmu dan pertolongan Allah. Hanya Allah,  dan menuju Allah dengan mengetahui ilmuNya.

Wallahu 'alam bi shawab

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates