Rabu, 01 November 2017


Berdasarkan studi Most Littered Nation In the World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Meskipun ada di peringkat 2 terbawah, bersyukurlah karena yang disurvey hanya 61 negara dari 196 negara di dunia. Paling tidak pasti ada beberapa yang peringkatnya di bawah kita. :)

Sehubungan dengan minat membaca, beberapa orang menggunakan aktivitas membaca sebelum tidur. Alibinya biar cepat mengantuk dan segera tidur, atau terkadang ketika dapat broadcast yang panjang sekali, paling hanya scroll. Kecuali jika kalimat pembuka dalam broadcast tersebut bisa membuat mata terbelalak. 😆
Namun, setelah membaca, apakah kita akan mengingat semua isinya?.
Tentu tidak!.
Kita hanya mengingat hal-hal yang menarik minat kita (Sigmund Freud)


Apalagi jika yang dibaca adalah buku-buku pelajaran atau modul kuliah, mungkin malah lebih cepat  menguap.
Kenapa?
Sebab kita tidak mengikat manfaat yang didapatkan setelah membaca buku

Kegiatan membaca buku   cukup menyita waktu dan menguras konsentrasi, kita terlalu _wasting time_ apabila berlama-lama membaca buku tapi setelah ditutup namun kita tidak memahami apa saja yang coba disampaikan oleh penulis, meski  kemungkinan hal tersebut jarang terjadi jika yang kita baca adalah sebuah novel. Oleh karenanya kegiatan membaca alangkah baiknya jika berbarengan dengan kegiatan memahami.
Kita membaca, kita memahami, ketika ditanya mengetahui.

Niatkan bahwa akan ada manfaat yang diterima setelah membaca buku.
Jadii, bacalah dengan seksama dan ikhlas

Dalam buku Quantum Reading, salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah membaca buku dengan _mind mapping_

Segala sesuatu yang melibatkan emosi pasti akan mudah diingat dalam jangka waktu lama.

Fokus dan tangkap kata-kata kunci dalam bacaan.Kalau perlu corat-coretlah apa saja yang dirasa penting, sekalipun itu sebuah novel karena  novel bukan bacaan pengantar tidur belaka, novel juga menyajikan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat.
Selanjutnya bisa kita beri pembatas buku agar lebih mudah mencarinya apabila kita butuh dilain waktu.

Tidak perlu berambisi untuk membaca dengan cepat dan banyak. Selesai beberapa bab. Jeda dan mulailah memetakan apa saja yang didapatkan dari buku tersebut. Buat dalam bentuk mind mapping semenarik mungkin, sebab semakin menuju ke cabang-cabang yang banyak, mind mapping akan semakin rinci. Itulah kelebihan dari mind mapping. Kita bisa membaca secara keseluruhan isi bacaan dengan rinci tapi cepat. Apalagi jika dalam membuatnya kita melibatkan pekerjaan otak kanan dan otak kiri.

Menghias mindmapping dengan berbagai warna dan gambar termasuk aktivitas melibatkan emosi. Secara tidak langsung bisa membuat kita mudah mengingatnya. Nah, kalau kita sudah sering baca buku, lalu mengoleksi banyak mindmapping, bisa jadi warisan abadi nantinya, hehe.

1 komentar:

wahh keren, harus di coba nih..

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates