Jumat, 27 Oktober 2017

"Menikah adalah keindahan, kecuali bagi yang menganggapnya sebagai beban.
Rumah tangga adalah kemuliaan, kecuali bagi yang memandangnya sebagai rutinitas tak bermakna. Menikah, dakwah dan jihad adalah seiring sejalan, kecuali bagi orang yang terkacaukan logika dan nalarnya.
Menikah adalah dua hal  kecuali bagi yang memandangnya sebagai buah yang dipetik atau rehat yang diambil setelah lama menjadi aktivis bujang." (Salim. A Fillah.)

Begitulah cuplikan mutiara nasehat terkait pernikahan. Bagi para pasangan suami istri sudah barang tentu telah merasakan bagaimana suka duka sebuah ikatan pernikahan.
Berbeda lagi bagi para lajang yang sedang menanti bagaimana indahnya prosesi pengikatan dua hati sebelum memulai babak baru dalam kehidupan mulianya kelak. Apalagi bila si lajang itu seorang perempuan, pasti banyak hal yang menurutnya perlu dipersiapkan sebelum menjalankan tugas mulia menjadi istri idaman dan madrasah bagi buah hatinya kelak.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Selanjutnya,  apa yang Harus dipersiapkan ketika akan menikah?
Nah, berikut tips yang perlu dipersiapkan oleh seorang muslimah sebelum berniat untuk menikah.

1. Kematangan Pemikiran

Dalam alqur’an, kata matang ini disebut juga Arrusyd الرشد
Nabi Luth As. Ketika melihat perilaku menyimpang kaumnya mengatakan: Tidak adakah diaantara kalian seorangpun yang berpikiran matang? (Hud : 78)

Sedangkan kepada Nabi Ibrahim Allah anugerahkan kematangan (Hidayah) sejak awal dengan cita besar untuk berdakwah.
Dan Ashabul Kahfi juga menyadari apa yang harus dihadapi akibat keimanannya, maka mereka memohon kematangan (petunjuk) dari Alloh.
Dari kisah mereka, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kematangan berawal dari cita-cita besar masa depan pernikahan, yang menjadi sarana turunnya sakinah mawaddah warrohmah.
Menjadi Tua Itu Pasti, Menjadi dewasa adalah Pilihan!

Karena kematangan itu tidak bisa dihitung dari jumlah uban apalagi sekedar bilangan usia.

2. Perbaiki Niat

Betulkan terlebih dahulu niatnya. Kenapa niatnya yang kedua? Karena dipastikan dulu, kita sudah dewasa apa belum?
Ketika sudah ada niatan untuk menikah, maka niatnya semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Bukan untuk gaya, ujub, status dll.
Benar dalam tata caranya, benar dalam memantapkan jiwa.
Adzdzaariyat : 56-58

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 
مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

Dalam tafsir muyassar dikatakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan diutusnya para Rasul adalah untuk beribadah kepada Allah.

Allah Arrozzaak, yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberlangsungan kehidupan manusia, sedangkan kita sebagai hambaNya adalah makhluk yang fakir, amat membutuhkan belas kasihNya. Jadi, Jangan takut untuk menikah, karena Allah telah mempersiapkan segalanaya.

3. Shidqul ‘azm
Artinya , benar dalam tekad untuk menikah. Benar dalam keberanian  dan langkah-langkah kongkrit, benar dalam target - target yang akan dicapai. 

4. Shidqul ‘amal

Benar dalam melaksanakan rencana-rencana ( sesuai tuntunan). Benar dalam memegang teguh nilai-nilai keislaman. Benar dalam istiqomah dengan berdzikir, fikir dan ikhtiar.

Al Hujurat 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

من تزوّج فقد استكمل نصف دينه فليتّق الله في النصف الباقي
Sesiapa yang telah menikah, maka ia telah sempurnalah setengah agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Alloh pada setengah yang lainnya. ( HR. Thobroni)

Ini tidak serta merta menjadi sempurna tentunya, tetapi masih harus diupayakan.

Keluarga dalam Islam adalah sebuah sistem Allah, petunjuk nabi sekaligus akhlak atau perilaku bagi umat manusia. Karenanya kehidupan dalam rumah tangga seorang muslim bernilai ibadah yang harus ditumbuh suburkan dan dibina secara terus menerus. Bersyukurlah kita, karena Allah yang Maha pencipta, yang Maha mengetahui hardware dan software nya kita, lewat agama islam ini sudah menyajikan itu semua, dan kita tinggal membuka diri untuk mempelajarinya.

Wallahu 'alam bi shawab

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates