Jumat, 13 Oktober 2017

Dahulu di negeri antah berantah, hiduplah seorang Ratu di sebuah kerajaan. Ratu mempunyai Cermin Ajaib yang dapat menjawab setiap pertanyaan. Setiap pagi, Ratu berdiri di hadapan Cermin Ajaib dan bertanya kepada Cermin Ajaib, “Hai Cermin Ajaib, siapa wanita tercantik di negeri ini?”. Setiap hari pula Cermin Ajaib akan menjawab, “Ratuku  adalah wanita tercantik di negeri ini”.



Suatu hari, saat turun salju di musim dingin, Ratu duduk di dekat jendela dengan pigura berwarna hitam. Sambil menjahit, dia menatap salju hingga tak sengaja jarinya tertusuk jarum. Tetesan darah yang keluar dari jari Ratu menimpa salju disekitar jendela ,  merah di atas putih, tampak begitu cantik. Melihatnya, Ratu mulai menghayal, “Andai saja aku punya anak dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah, dan rambut sehitam bingkai jendela ini”. Tak lama kemudian, sang Ratu pun mendapatkan anak dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah, dan rambut sehitam bingkai jendela. Diberilah nama Putri Salju.
Seiring berjalannya waktu, Putri Salju tumbuh menjadi gadis remaja. Kecantikannya sudah melampaui kecantikan Ratu. Suatu hari, Ratu kembali bertanya kepada Cermin Ajaib, “Wahai Cermin Ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”. Saat itu Cermin Ajaib menjawab, “Ratuku adalah yang paling cantik di negeri ini, tetapi Putri Salju seribu kali lebih cantik daripada Ratuku”. Sejak saat itu, Ratu pun menjadi benci kepada Putri Salju. Ratu merasa kecantikannya tersaingi oleh Putri Salju. Ratu berpikir untuk menyingkirkan Putri Salju sehingga dia akan kembali menjadi wanita tercantik di negeri ini.
Ratu pun memanggil pemburu dan menyuruh agar Putri Salju diajak ke hutan. Pemburu itu diperintahkan untuk menikam Putri Salju sampai mati, lalu membawa paru-paru dan hati Putri Salju kembali ke Ratu. Ratu ingin memasak paru- paru dan hati Putri Salju dengan garam dan memakannya, untuk melampiaskan kebenciannya kepada Putri Salju.
Pemburu pun mengajak Putri Salju ke hutan. Ketika pemburu ingin  menusuk Putri Salju, Putri Salju mulai menangis  dan memohon agar pemburu itu tidak membunuhnya. Putri Salju berjanji untuk melarikan diri ke hutan dan tidak pernah kembali. Pemburu merasa kasihan padanya dan ia berpikir untuk melepaskan Putri Salju. Jika Putri Salju berlari ke dalam hutan, maka Putri Salju akan dimakan oleh binatang buas. Maka pemburu pun melepaskan Putri Salju dan menyuruhnya berlari ke dalam hutan.
Untuk memenuhi permintaan Ratu agar membawa paru- paru dan hati Putri Salju, maka pemburu itu membawa paru-paru dan hati hewan buruannya kembali ke Ratu, sebagai bukti bahwa pemburu tersebut telah membunuh Putri Salju. Ratu pun memasaknya dengan garam dan memakannya, mengira bahwa ia telah memakan paru- paru dan hati Putri Salju.
Putri Salju sekarang sendirian di hutan. Dia sangat ketakutan sehingga terus berlari sepanjang hari. Akhirnya, saat matahari hampir terbenam, ia menemukan sebuah gubuk kecil. Putri Salju merasa lapar dan haus sehingga dia langsung mengambil hidangan yang ada. Setelah merasa kenyang, dia pun tertidur. Ketika malam datang, pemilik rumah pulang. Pemilik rumah itu adalah tujuh pria kerdil. Ketika menyalakan lilin terlihat seseorang telah berada di rumah mereka.
Mereka merasa heran dan penasaran, siapakah orang yang telah masuk ke rumah mereka. Kemudian mereka menemukan Putri Salju sedang tidur di salah satu tempat tidur mereka. Ketujuh pria itu pun berlari mengelilingi Putri Salju dan berseru takjub, “Dia begitu cantik”. Mereka sangat menyukai Putri Salju dan membiarkannya tidur di tempat tidur mereka.
Ketika Putri Salju terbangun, mereka menanyakan siapa dia dan bagaimana dia telah menemukan jalan ke rumah mereka. Putri Salju menceritakan bagaimana peristiwa hingga akhirnya datang ke rumah mereka. Para kurcaci merasa kasihan dan mengizinkan Putri Salju tinggal di rumah mereka dengan syarat Putri Salju harus membantu pekerjaan rumah mereka.
Sementara Ratu di istana sedang berbahagia. Dia kembali bertanya pada Cermin Ajaib, “Wahai Cermin Ajaib di dinding, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”. Cermin Ajaib pun menjawab, “Ratuku adalah yang paling cantik di negeri ini”. Ratu senang karena sekarang dia kembali menjadi wanita paling cantik di negeri ini.
Tapi, Putri Salju masih sehat walafiat!. Kenapa Cermin Ajaib bisa plinplan begitu?.
Tidak, Cermin Ajaib sudah jujur menyampaikan apa yang diskenariokan penulis. Putri Salju memang tidak secantik dulu saat di istana. Kulit Putri Salju  sekarang bertambah coklat dan wajahnya mulai muncul banyak jerawat, belum lagi pakaiannya yang hanya dikenakan dibadan sudah banyak tambalan kain perca yang asal melekat. Tubuhnya kurang mendapatkan nutrisi yang seimbang, sebab makanan yang dikonsumsi setiap hari hanya makanan yang disukai oleh para pria kerdil yaitu roti kukus.
Setiap hari Putri Salju disuruh melayani pekerjaan rumah mereka tanpa diberi upah, hanya roti kukus saja yang didapat cuma-cuma, itu pun Putri Salju yang memasaknya. Sedang tugas para pria kerdil ini semenjak ada putri salju adalah hanya mencari kayu bakar dan begadang hingga larut malam.
Singkat cerita, Putri Salju mengundurkan diri dari menjadi babu para pria kerdil ini, merekapun menerima permintaan tersebut, mereka berpikir lama-lama keberadaan Putri Salju di gubuk mereka menyebabkan pengeluaran kayu bakar untuk memasak bertambah banyak. Tidak mau rugi,  para pria kerdil ini pun membawa Putri Salju ke sebuah pasar untuk dilelang dengan berbagai makanan. Putri Salju hanya bisa pasrah menerima nasib nestapa, mungkin di pasar nanti dia bisa menemukan majikan yang lebih kaya dan tampan dari para pria kerdil itu.
Setibanya di pasar, para pria ini pun langsung menuju pedagang roti kukus terkenal di negeri tersebut, mereka lalu menawarkan Putri Salju kepada pemilik toko dan tanpa panjang lebar pemilik toko itu pun membeli Putri Salju dengan tujuh karung bahan lengkap untuk membuat roti kukus. Ternyata pemilik toko itu adalah seorang perempuan paruh baya yang pernah terpaksa menjual bayi perempuannya kepada seorang Ratu karena terlilit hutang setelah kematian suaminya. Wanita itu  membeli Putri Salju untuk mengurangi rasa bersalahnya, berharap gadis itu adalah putri kandungnya.
Doa seorang ibu memang mustajab, kini keluarga kecil ini pun bisa hidup bersama kembali setelah belasan tahun terpisahkan. Tak mau terpisahkan untuk keduakalinya, ibu kandung Putri Salju pun melarang anaknya berhias agar selamat dari pantauan sihir Cermin Ajaib. Putri Salju selalu menggenakan penutup wajah ketika keluar rumah dan hanya diperbolehkan berhias  ketika nanti sudah dipinang oleh seorang pria, karena kecantikan istri hanya untuk dinikmati seorang suami. Itulah tips yang bisa menghindarkan seorang putri dari pantauan jahat sihir Cermin Ajaib.
roti kukus

4 komentar

Keren kak ada unsur religinya 👍😉

REPLY

Hahaha... ngakak baca endingnya..
Masyaallah. Kereeen kereen 😂

REPLY

Alhamdulillah mohon bimbingannya Kaka

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates