Sabtu, 21 Oktober 2017

Bismillaah

Tauhid dari kata wahida yang berarti satu atau Esa. Tauhid  bukan sekedar meng-Esa-kan Allah atau menyakini Allah sebagai sang pencipta, kalau hanya batasan itu iblis setan pun meyakini demikian,  akan tetapi juga menjalakan perintah Allah dan meninggalkan apa yang Allah larang.

Selain daripada itu pula tauhid adalah menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut hanya kepadaNya. Jika kita sudah bisa merasakan keberadaan Allah maka kita akan meyakini bahwa tidak ada yang sia-sia apa yang telah Allah amanahkan pada kita, baik itu kebahagiaan atau ujian dan cobaan.
Seseorang yang tauhidnya sudah kuat mengakar. Maka hidupnya akan tenang, ia 
tidak akan risau dengan rezeki yang sudah Allah tetapkan, meskipun demikian ia tetap ikhtiar maksimal. dia akan senantiasa berakhlaq mulia, karena yakin Allah Maha melihat.
Ketauhidan tidak selamanya di ukur dengan harta benda, namun dengan ketenangan/keihlasan/ketawadlu'an/keistiqomahan sebagai seorang hamba.



Bagaimana cara mengetahui kita sudah konsekuen di jalan Allah?
 
Cara mengetahuinya dengan merasakan apa ada ketergantungan kepada Allah, tidak mudah berburuk sangka, walau kepada Allah pun tetap berbaik sangka,contoh mudahnya seperti Muhammad Ali seorang petinju yang kemanapun ia pergi selalu membawa korek api, apabila ingin bermaksiat ia sulut 1 korek api dan ditempelkan ke kulitnya. Lalu ia bilang: "kalau 1 batang saja saya tidak kuat menahan panasnya bagaimana bila di neraka?"

Al-Qur’an dan Sunnah banyak sekali mengungkap keagungan Allah. Seorang muslim yang ketika dihadapkan dengan keagungan Allah, hatinya akan bergetar dan jiwanya akan tunduk. Kekhusukan akan hadir mengisi relung-relung hatinya.
Resapi betapa agungnya Allah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, yang memiliki nama-nama yang baik (asma’ul husna). Dialah Al-‘Azhim, Al-Muhaimin, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Qawiyyu, Al-Qahhar, Al-Kabiir, Al-Muth’ali. Dia yang menciptakan segala sesuatu dan hanya kepada-Nya lah kita kembali.
Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut ayat ini, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi dan seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (Az-Zumar: 67)
 


Wallahu 'alam bi shawab

1 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates