Kamis, 12 Oktober 2017



Sepanjang sejarah, banyak bangsa telah menderita kekalahan fisik, tapi itu tidak menandai akhir dari sebuah bangsa. Namun ketika sebuah bangsa telah menjadi korban dari kekalahan psikologis, maka itulah yang menandai akhir sebuah bangsa. (Ibnu Khaldun)


Umat manusia hari ini dihadapkan kepada empat krisis yang mendasar, yaitu :

1.Krisis Kemanusiaan
2. Krisis Alam
3. Krisis Kehidupan
4. Krisis Sistem

Semua krisis peradaban beserta mulai meredupnya bakat dan akhlak, lalu alam juga mulai krisis karena kerusakan yang diciptakan manusia sebagai khalifah fil ardh, serta semakin punahnya keanekaragaman hayati, dan ditambah dengan krisis agama sehingga nilai nilai spiritual dan moral makin tergerus, mendorong manusia mempercepat kiamatnya dunia ini.

Akar dari semua krisis di atas diawali dari cara pandang terhadap  manusia, bumi, waktu dan sistem nilai dari world view yang salah. Entah disengaja atau tidak, entah disadari atau tidak.

Cara pandang yang salah bahwa manusia adalah mesin bodoh yang berasal dari keturunan kera, bahwa bumi adalah sumber daya alam yang harus dipergunakan tanpa dipertanggungjawabkan untuk masa depan, kehidupan dan masyarakat serta zaman tidak mempunyai kearifan, serta agama dan Tuhan hanyalah khayalan dan kelemahan manusia.

Kesalahan cara pandang inilah yang merusak fitrah, sehingga merendahkan derajat manusia sampai ke derajat serendah rendahnya (asfala safilin), sehingga membinasakan alam dan menggerus banyak kearifan dalam kehidupan termasuk kemuliaan agama sebagai sebuah sistem hidup.

Kerusakan fitrah ini semakin parah dan mengancam kehidupan manusia, alam dan agama. Terutama sejak diterapkannya sistem modern yang diterapkan secara global dalam upaya mengekploitasi alam dan memperbudak manusia sehingga mengeliminasi berbagai kearifan di muka bumi.

Penyimpangan fitrah ini nampak pada menyimpangnya peran manusia, peran alam, peran kehidupan dan peran agama. Ke empat peran ini tidak lagi memberi manfaat, tidak lagi mengayomi dan tidak lagi membahagiakan.

Inilah penyebab hilangnya peran keluarga dan juga peran komunitas dalam masyarakat, juga hilangnya peran sejati peran orang tua serta peran sejati guru sebagai pendidik, memandirikan generasinya, dan hilangnya peran dan makna belajar dalam konteks inovasi dan memakmurkan bumi, sehingga menghilang peran pendidikan yang mencerahkan.

Oleh karena itu, semua harus dikembalikan kepada kesejatiannya, yaitu kesejatian fitrah, kesejatian dimana manusia, alam, kehidupan dan agama diciptakan menuju peran sejatinya sebagaimana mereka diciptakan demikian sesuai fitrah dan selaras dengan “purpose of life” mereka diciptakan.

Maka jalan terbaik mengembalikan kesejatian dimulai dari mengembalikan pendidikan kepada pendidikan yang berbasis fitrah dan akhlak menuju peran peradaban untuk menuju peradaban yang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang benar.

Wallahu 'alam bi shawab
#fitrah based education
#pendidikan berbasis fitrah
#HEbAT community
Pendidikan berbasis fitrah dan akhlak

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates