Sabtu, 28 Oktober 2017


Coba kita amati bagaimana karakter sebagian  manusia di dunia ini dalam pembicarannya, pikirannya, banyak yang kemudian dunia saja, dia lupa bahwa dunia ini bakal ditinggal, bakal hilang, hanya sementara, semua akan meninggal dunia.

QS Al Hadid 20-21.

A’uzubillahi minasyaithanirrajim, aku berlindung kepada Allah, dengan nama Allah, dengan segala kekuasan-Nya, kekuatan-Nya, kehebatan-Nya, kebesaran-Nya, dari syaitan yang terkutuk dan juga segala gangguannya, sekutunya, yakni dari orang-orang yang berbuat buruk, orang yang berkelakuan buruk, bermaksiat, berniat buruk, berniat maksiat, dari rang-orang yang jauh dan menjauhkan-Nya, lalai dan melalaikan-Nya, dari pemikiran syaitan dan dari apa-apa yang membuat kita jauh dari Allah Subhanahu wa ta'ala .

Bismillahirrahmanirrahim dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang, yang dengan bismillah ini Ya Allah sebagai sebuah pengakuan juga adanya, bahwa tidak ada yang bisa kami lakukan kecuali hanya dengan nama-Mu dan karena-Mu, dan bila nama-Mu yang kami sebut, di antara yang paling kami ingat adalah Engkau Yang Maha Rahman Maha Rahim.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia, segala bisnis yang ada di dalamnya, perniagaan, pekerjaan, juga permasalahan, kesulitan, persoalan hidup, cita-cita,  tujuan,  impian keluarga, diri pribadi, semua apa yang ada di dunia ini, sesungguhnya apa?

la’ibuw wa lahwuw waziinah. Permainan, senda gurau, dan perhiasan. Tidak ada artinya kecuali kelak kita bawa dunia ini kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Maka, jika keburukan yang kita anggap keburukan pun, masalah yang kita anggap masalah pun, kesulitan yang kita anggap kesulitan pun, jika kemudian bisa  dibawa menghadap Allah, dia akan menjadi baik adanya.

Intinya pada tauhid

Persoalan Tauhid, biang semua masalah, dan persoalan tauhid pun  yang insyaAllah bisa mendatangkan ketenangan. Kalimat Laa ilaaha-illallah, harus benar-benar diketahui dan dibumikan di seluruh sendi kehidupan. Selain juga belajar lagi tentang siapa Allah.

Seseorang yang tidak mengetahui Allah itu Maha Melihat, dan atau pengetahuannya tanggung-tanggung, sedikit, tentu tidak akan merasa berada dalam pengawasan Allah. Merasa bebas terus, lepas, tidak terlihat Allah. Apalagi mengetahui Allah Maha Mencatat, Maha Membalas.

Seseorang yang mengetahui Allah Maha Melihat, dan cukup  pengetahuannya, insyaAllah bisa mengantarkannya untuk  berbuat baik saja. Mempersembahkan yang terbaik kepada  Allah. Sebab dia tidak suka bila Allah melihatnya dalam keadaan buruk, tidak baik, dan tidak melakukan yang terbaik.

Seseorang yang tahu bahwa Allah Maha Melihat, lalu dia punya kesusahan, dia akan tenang aja.

Sebab apa?
Allah melihat kesusahannya. Allah yang akan memudahkan semua kesusahan itu. Lalu bertambah ketenangannya, manakala ia belajar tauhid, di mana ia jadi mengetahui bahwa seluruh kehendak Allah adalah pasti baik-baik saja, dan yang baik-baik. Sebab berasal dari keputusan Yang Maha Baik.

Seseorang yang belajar tauhid, manakala tidak terjangkau oleh perasaanya, maka ia kedepankan baik sangka kepada Allah. Seraya memohon hikmah dan kebaikan di balik semua yang dihadapi. Itulah yang menjadikan dia tenang.

Orang yang mengenal Allah akan melengkapi dirinya, hidupnya, mengisi harinya dengan niat beribadah.
Karena dia tahu , ketika  meninggal dunia yang harus  dibawa adalah ampunan Allah, bukan sekedar harta. Sedangkan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoan-Nya. Manakah yang kita pilih?
Di dunia inilah kita semua memproses itu. Bukan memproses untuk dunia tapi memproses untuk akhirat.
Kejar dunia tapi untuk akhirat.

Wallahu 'alam bi shawab

#BelajarYakin
#KunTheWinner
#Allahdulu,Allahlagi,Allahterus

1 komentar:

Always Allah yaa 😊😊

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates