Selasa, 10 Oktober 2017



Secara umum perkembangan manusia selalu dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam, faktor indogin dan faktor eksogin, faktor ekstern dan faktor intern. Faktor manakah yang lebih kuat antara keduanya, tiap orang, golongan atau faham, masing-masing memiliki perbedaan. Hal ini adalah karena pendapat-pendapat mereka masih berdasarkan keyakinan belum berdasarkan penelitian yang mendalam atau yang alamiah.


Setiap individu dilahirkan kedunia membawa heriditas tertentu. Artinya karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan dari pihak orang tuanya. Karakteristik yang menyangkut fisik (seperti struktur tubuh, warna kulit dan bentuk rambut) dan psikhis atau sifat-sifat mental (seperti emosi, kecerdasan dan bakat).


Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan individu para ahli berbeda pendapat juga lantaran sudut pandang dan pendekatan mereka terhadap eksistensi individu tidak sama. Oleh karena itu aliran-aliran yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan individu akan dibahas sebagai berikut :

  1. Aliran Nativisme
Nativisme (nativism) adalah sebuah dokrin filosofis yang berpengaruh besar terhadap aliran pemikiran psikologis. Tokoh utama aliran ini adalah Arthur Schopenhaueur (1788-1860) seorang filosof Jerman. Aliran filsafat nativisme konon dijuliki sebagai aliran pesimistis yang memandang segala sesuatu dengan kacamata hitam. Karena para ahli penganut aliran ini berkeyakinan bahwa, perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya sedangkan pengalaman dan pendidikan 
tidak berpengaruh. Adapun hasil pendidikan itu 100% tergantung pada pembawaan anak didik sendiri. Lingkungan termasuk didalamnya pendidikan, tidak berdaya sama sekali dalam mempengaruhi perkembangan anak. Sehingga anak jahat akan menjadi jahat dan anak yang baik menjadi baik. Aliran nativisme berpendapat bahwa sehubungan dengan perkembangan anak didik usaha pendidikan tidak dapat dipakai untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pendidik.



  1. Aliran Empirisme
Kebalikan dari aliran nativisme adalah aliran empirisme dengan tokoh utama John Locke (1632-1704). Doktrin aliran empirisme yang amat mashur adalah “tabula rasa” sebuah istilah bahasa latin yang berarti batu tulis kosong atau lembaran kosong. Doktrin ini menekankan arti penting pengalaman, lingkungan, dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir dianggap tidak ada pengaruhnya, dalam hal ini para penganut menganggap setiap anak lahir seperti tabularasa dalam keadaan kosong, tak punya kemampuan dan bakat apa-apa maksudnya hendak menjadi apa seorang anak kelak tergantung pada pengalaman/lingkungan yang mendidiknya. Menurut aliran tabula rasa, perkembangan anak 100% bergantung pada pengaruh luar yang disebut dengan lingkungan.

  1. Aliran yang hampir bersamaan dengan aliran nativisme ialah aliran yang
Berdasarkan konsepsi yang dikemukakan oleh JJ. Rousseau seorang filsuf bangsa perancis, 1712-1778 dengan aliran naturalismenya. Menurut pendapat Rousseau dalam bukunya Emile bahwa “Semua anak adalah baik pada waktu baru datang dari Sang Pencipta, tetapi menjadi buruk ditangan manusia.” Pendidikan yang diinginkan Rousseau hendaklah dimulai dengan mempelajari perkembangan anak. Anak tidak boleh dianggap sebagai manusia dewasa yang kecil karena anggapan yang demikian mengabaikan tahap-tahap perkembangan yang berbeda dimana didalamnya ada daya-daya khusus yang perlu dikembangkan secara alamiah.

  1. Aliran Konvergensi
Aliran konvergensi (convergence) merupakan gabungan antara aliran empirisme dengan aliran nativisme. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. Tokoh utama konvergensi bernama LouisWilliam Stern (1871-1938), seorang filosof dan psikolog Jerman.
 

Berdasarkan aliran-aliran doktrin filosofis diatas maka kita dapat berkesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya mutu perkembangan individu berupa faktor intern dan faktor ekstern.


Faktor intern yaitu faktor yang ada dalam diri anak itu sendiri dan pembawaan psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri, yang mencakup hereditas atau keturunan.

Hereditas atau keturunan merupakan aspek individu yang bersifat bawaan dan memiliki potensi untuk berkembang, hal ini tergantung pada kualitas hereditas dan lingkungan yang mempengaruhinya.

Faktor hereditas yang dianggap mempengaruhi perkembangan anak adalah sebagai berikut :


Ø  Faktor fisik, sebagian merupakan bawaan yang tidak adapat diubah, tetapi sebagian ditentukan oleh pemeliharaan ketika kehamilan, gizi, olah raga dan kesehatan umum.
Ø  Jenis kelamin, berpengaruh pada kemampuan kognitif, keterampilan dan sikap
Ø  Kesehatan, terutama penyakit turunan
Ø  Kecerdasan, yang berbeda bagi setiap orang
Ø  Bakat, yaitu kemampuan khusus yang dimiliki seseorang tanpa tergantung pada latihan. Orang akan lebih berhasil jika belajar sesuai dengan bakatnya.

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates