Senin, 09 Oktober 2017

Bismillaah

Bagaimana kabar kalbuku hari ini?

Sakit,  sedih,  hampa,  kehilangan, marah, campur aduk?

MasyaAllah,  perasaan itu pasti ada, manusiawi,  tidak boleh  berlarut-larut, Aku harus mengembalikan semua ke Allah.

Yaa Rabb,  jangan biarkan perasaan ini campur aduk hanya masalah duniawi, lepaskan semua ini,  bebaskanlah.

Bebaskanlah, Aku harus bisa merasakan Allah sayang denganku,  semua ada hikmahnya.

Menangislah jika memang rasa kehilangan, sakit itu ada, menangislah dan tetaplah berzikir, karena hanya dengan mengingat Allah hatiku akan menjadi tenang.

Inilah sikap yang harus selalu Aku terapkan dalam menjalani hidup, diam,  tegar,  dan bersujud.
Aku harus menangis dalam sujud,  merasakan kasih sayang Allah.

Inna lillahi waa inna ilaihi rojiun.

Semua dari Allah dan kembali pada Allah.
Aku lahir tanpa membawa sesuatupun, saat  pergi nanti juga tidak membawa apapun kecuali apa yang sudah kukerjakan di dunia ini. Baik buruk semua amalan akan kupertanggungjawabkan.

Jangan menambah beban keburukan lagi, sudah berat punggung ini.

MasyaAllah, umurku tinggal berapa lama lagi? 

Masih berniat maksiat lagi?

Cukuplah, sudah cukup, beban dosa sudah terlalu banyak,  jangan ditambah  lagi, menambah amalan susah sangat, menambah dosa gampang sekali.

Kangen Allah. MasyaAllah

Saat diri sudah lelah akan dunia, bangkit lagi,  ingat kita menuju ke Allah, belum waktunya menyerah.

Allah menungguku,  datang ke Allah dengan perasaan kangen ingin bersamaNya, bersujud, kulimpahkan kangen dalam sholat.

Matikan hamba dalam keadaan islam, matikan dalam keadaan khusnul khotimah, ringankan lidah ini ucapan terakhir kami adalah laa illa haa ilallah.

Aku pasti sering merasakan hal ini, lelah, wajar,  karena hidup ini bukan tempat istirahat, ada waktunya nanti beristirahat.

Tapi Aku tidak boleh  menyerah, selama ruh masih di badan  insyaAllah Aku akan terus berusaha menjadi makhluk Allah yang berguna, untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Jika ingat Allah, maka lelah tadi akan tersenyum karena Allah menungguku.
Semoga dengan kedatanganku orang lain berbahagia, bukan malah jadi momok mengerikan saat  datang.

Aku harus membuat senyum di bibir mereka, walaupun  Aku sedang lelah.
Saat Aku sudah tiada, biarkan mereka sadari bahwa Aku berarti, MasyaAllah.

Jadikan kalbu ini cantik yaa Rabb, walaupun b

anyak yang tidak menyadari.
MasyaAllah
Biasanya manusia saat orang itu sudah tiada barulah menyadari hal tersebut,  itulah manusia.
Tidak boleh  sampai ada penyesalan, karena sudah menyia-nyiakan banyak hal berharga disekitarku, terutama keluarga.

Jadikanlah cantik hati ya Rabb,  karena cantik wajah pasti memudar seiring bertambah usia.


Sudah biarkan orang berkata apa karena hati hanya Allah yan Maha mengetahui.


Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)

“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
Aamiin.

Airmata ini tidak berhenti mengalir karena mengingatMu Rabbku, mengalir karena kerinduan.
Tapi belum waktunya, sehingga  aku tidak boleh lelah.

Sumber : grup whatsapp mumarasat aleilm oleh Ustadzah Farah

1 komentar:

Sampai kapan?? 😢 😢

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates