Rabu, 12 Oktober 2016

Tertata rapi  barang sedetik
Seharian penuh terombak ambik

Katanya sanggup  menyiasati
Diri malah terkhianati

Bagaimana ingin berkuasa
Menghukumnya saja berpeluh asa

Bantuan kawan tak mungkin juga
Sebab kunci terkubur jelaga

Coba dulu kata mereka
Berharap bisa menghias suka

Tapi ranting sudahlah patah
Kiranya nihil dibuat jalah

Tak disangka datang sang bijaksana
Meski masih harus berleha-leha

Mengusap duka yang mengalir deras
Sisa paparan hati yang panas

Dirasa cukup kekebalan terisi
Mulailah ia menyiapkan misi

Menolong lawan berbenah diri
Semata agar  mau bergulat lagi

Seperti itu putaran emosi
Mengikut roda sebuah ambisi

2 komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates