Kamis, 20 Oktober 2016

Bismillah

Indah, mulia, istimewa. Tiga kata tersebut mungkin belum cukup untuk menggambarkan pesona wanita   shalihah.

Bagaimana tidak?
Sebagai anak, wanita   itu mulia, sebagai istri wanita   itu mempesona, sebagai ibu wanita  itu sangat istimewa.

Coba kita uraikan satu persatu.

Sebagai seorang anak, wanita  diposisikan sebagai penyebab turunnya kasih sayang Allah SWT berupa jaminan syurga bagi orangtua yang mempunyai anak perempuan dan berhasil mendidiknya dengan baik.
Rasululloh SAW bersabda : "Siapa yang menanggung nafkah dua anak perempuan sampai baligh, maka pada hari kiamat, antara saya dan dia seperti ini. Beliau menggabungkan jari-jarinya.
(HR. Muslim)

Masyaalloh sebegitu beruntung keluarga yang diamanahi anak perempuan  dan berhasil mendidiknya menjadi wanita shalihah.

Belum lagi keistimewaan mereka  saat  memasuki masa  pernikahan.
Para lelaki secara khusus dianjurkan memuliakan makhluk hidup istimewa ini. Bahkan, salah satu ukuran baik dan buruknya seorang lelaki yang menjadi suami juga sangat bergantung bagaimana cara suami memperlakukan istri-istrinya.
"Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya." (HR. Ahmad)

Kemulian wanita dilipatgandakan berkali-kali manakala para istri bisa menyandang status baru sebagai seorang ibu.
Ya, tak tanggung-tanggung, di bawah telapak kaki seorang ibu shalihah, kunci syurga untuk sang anak diletakkan.
Sabda Rasululloh : "Syurga itu di bawah telapak kaki ibu".
Syurga yang keindahannya tak terindra, pertemuan dengannya tak terkira jika manusia yang membayangkan, ternyata kuncinya diletakkan pada sosok wanita  yang begitu dekat di hati, meskipun beliau telah wafat sekalipun, yaitu ibunda shalihah kita.

Masih belum cukup dengan jabatan pemegang kunci syurga. Curahan bakti, kasih sayang, rasa hormat dan taat, pembelaan dan sederet perilaku kebaikan lainnya harus diprioritaskan pada wanita  mulia yang kita sebut ibu ini.
Dari Abu Hurairah RA., beliau berkata, "Seseorang datang kepada Rasululloh SAW dan berkata,
'Wahai Rasululloh, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?'

Nabi SAW menjawab, 'ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?'

Nabi SAW menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian kepada siapa lagi?'

Beliau menjawab, 'Ibumu.'
Orang tersebut bertanya kembali  'Kemudian siapa lagi?'

Nabi SAW menjawab, 'Kemudian ayahmu.' "
(HR. Bukhari Muslim)

Selanjutnya, Imam Al-Qurthubi menjelaskan lebih spesifik, "Hadist tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi SAW menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali disebabkan dalam realitas kehidupan, kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga kehormatan itu hanya milik seorang ibu. (Tafsir Al Qurthubi X : 239)

Ya Allah ya Rahman ya Rahim, muliakan hidup para wanita yang melingkari kehidupan kami semua: anak-anak perempuan kami, istri kami, terlebih ibu kami. Cintailah mereka dan kabarkan cinta-Mu pada seluruh makhluknya di bumi dan langit agar  memuliakan wanita. Jadikan wanita  yang hadir dalam hidup kami, tertuntun dengan cahaya hidayahMu agar senantiasa bertaat, bertaubat, bermain dari maksiat agar kami semua sebagai para lelaki, sebagai anak, suami ayah, menjadi teramat kesulitan untuk tidak menuliskannya. Sebab kepada wanita yang semulia itu, kami para lelaki akan tahu diri untuk senantiasa menjaga kemuliannya.

***

Tertulis kembali  dengan deraian airmata. Kutipan nasehat yang kubaca dari sebuah buku keluarga tersebut mampu membuat perasaanku terombang ambing. Aku seorang wanita, aku telah dimuliakan sejak masa kecil dan akan terus bertambah mulia apabila aku mampu meraih gelar wanita shalihah. Semoga Allah memudahkan jalan ketakwaan yang kami para wanita tempuh, hingga maut memisahkan dengan para lelaki.

Salam fastabiqul khairat!

Bintu Darwis

20 Muharram 1438 H.

#kutipanbukuharmonicinta
#OneDayOnePost

2 komentar

makasih pencerahannya....semoga kita jadi wanita2 sholihah

REPLY

indah, mulia dan istimewa.. itulah wanita.. salam kenal ya kk

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates