Minggu, 02 Oktober 2016

Manusia pada umumnya dan umat muslim pada khususnya mempunyai kewajiban mencari ilmu minal mahdi ilal lahdi agar dalam menjalankan ibadah bisa sempurna sesuai tuntunan rosul sehingga mendapatkan  ridha Alloh SWT.

Abu hurairah pernah mengatakan bahwa Rosululloh SAW telah bersabda: 
Siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu , Alloh mudahkan jalan menuju syurga.

Masih di awal tahun baru 1438 Hijriyah ini, kita gunakan waktu kita untuk muhasabatul nafsi( merenung), sebut saja kapan kita sempat  merenungkan  berapa kali kita benar-benar menikmati kehidupan kita di dunia!.

Merenung penting karena manusia dibatasi umurnya.

Sudah kah kita melaksanan perintah Alloh ?, sudahkah kita menjauhi segala larangan Nya ?.
Apabila kita merasa sudah beribadah tak ada ruginya kita ucap alhamdulillah. Apabila kita merasa masih mempunyai banyak kesalahan juga tak ada ruginya kita memperbanyak istighfar .

Maka dari itu saya berharap agar tulisan ini bisa kita jadikan renungan sekaligus bisa menjadi perantara kita menuju jalan syurgaNya.

-----------------------------------------------------

Alangkah bangga dan bahagianya apabila kita sebagai  umat Islam bisa mengetahui sekaligus meneladani lika-liku kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama kebenaran.
Kali ini masih tentang shiroh ditetapkannya bulan Muharram sebagai awal tahun Hijriyah.

***

Khalifah Umar bin Khattab berinisiatif menetapkan 1 Muharram  sebagai awal tahun Hijriyah setelah   merenungkan akan keadaan pada waktu itu, dimana orang-orang kafir saat itu  sudah memiliki penanggalan sendiri-sendiri, beliau memikirkan  apakah umat islam bisa  mempunyai tarikh sendiri sehingga bisa dikenang sejarahnya sampai hari kiamat. Kemudian beliau mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan perihal ini. Setelah para sahabat berkumpul, dimulailah tukar pendapat.
Usulan yang didapatkan macam-macam : ada yg mengusulkan diawali sejak turunnya Alquran yaitu  waktu lailatul qadr .
Ada juga yang mengusulkan sejak lahirnya Nabi, bahkan ada yang berisik tahun Hijriyah dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad  SAW.

Namun Umar tidak serta merta menerima usulan itu. Ia kembali merenungkan  tidakkkah lebih baik tahun Hijriyah diawali sejak hijrah nya Rosululloh SAW dari Mekkah ke Madinah, dengan alasan bahwa hijrah itulah yang membedakan antara hak dan bathil sehingga patut untuk dijadikan tarikh. Sebab tidak dapat dipungkiri jika kemajuan Islam dimulai semenjak terjadinya  hijrah.

Semenjak Nabi mendapatkan wahyu pertama, beliau diperintah oleh Alloh SWT untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umat manusia. Beliau menyampaikan wahyu dengan bertahap sesuai petunjuk dari Alloh SWT. Disaat Rosululloh SAW  menyampaikan wahyu secara terang-terangan, mulailah beliau  dimusuhi orang kafir. Awalnya Nabi Muhammad SAW sangat  dikagumi dikarenakan beliau memiliki sifat  Al Amiin (dapat dipercaya), beliau juga  tidak segan  bergaul dengan kaum fakir miskin.

Namun saat Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rosul datangnya para musuh tak hanya dari masyarakat namun juga berasal dari kalangan keluarga.  Rosululloh SAW memaklumi hal tersebut dikarenakan  sejak zaman dulu para Rosul Alloh pasti mendapatkan musuh.

Selama kurun waktu 13 tahun Rosululloh SAW berdakwah, Ada  ± 200 orang pengikut  yang diyakini beriman kuat.  Alloh menguji mereka dengan perintah  hijrah tanpa   berbarengan dengan sanak kerabat. Hal ini dikarenakan kaum Quraisy akan menghadang perjalanan mereka, sebab kaum Quraisy khawatir apabila Rosululloh SAW dan para pengikutnya akan menyerang kota Mekkah kelak. Para pengikut ini  meninggalkan Mekkah dalam keadaan hanya boleh membawa iman.
Para sahabat ini memang terkenal akan ketangguhan imannya mereka berani bertaruh nyawa demi menegakkan panji-panji agama Islam.

Dikisahkan dalam perjalanan hijrah yang pertama terdapat  seorang wanita tua yang bernama Ummu Syuraib Ad Dauli, beliau terpaksa berangkat  hijrah sendiri dikarenakan tertinggal rombongan. Beliau harus  berjalan kaki tanpa bekal apapun menempuh jarak ± 470 km dengan cuaca panas dingin yang sangat.

Saat di tengah perjalanan Ummu Syuraib bertemu pasangan suami istri Yahudi yang sedang menunggang  unta. Terjadilah sebuah percakapan diantara mereka bertiga
"Siapa kamu?" tanya si istri.
"Aku umat Nabi Muhammad SAW!" jawab Ummu Suraim lantang.
"Dia ternyata  seorang  muslim.  Tak perlu kita bantu dia, sebab dia telah menjadi musuh kita!" Tegas si suami pada istrinya.

Maka ditinggallah sendiri Ummu Suraim.
Di suatu tempat, pasangan ini membuat berkesempatan mendirikan sebuah  perkemahan. Tak jauh darisitu terlihat Ummu Syuraib tersandar di sebuah batu tanpa bekal apapun. Disaat pasangan ini berkesempatan menyantap bekal mereka, Ummu Syuraib hanya bisa terbaring lemah menahan haus dan lapar. Ummu Syuraib tetap teguh pada pendiriannya.
Suatu ketika Ummu Syuraib  mendengar suara gemerincing teko dari langit,  Ummu Syuraib bisa  minum dari teko itu sampai lega. Sejak itu beliau tidak pernah merasakan dahaga sedikitpun  sepanjang masa perjalanan menuju Madinah.

Inilah bukti telaga nya Rosululloh SAW di syurga yang paling luas, yang akan diberikan pada ummatnya nanti di akhirat.

Diutamakan bagi para umat yang sering membaca shalawat.

Ketika umat  sudah meneguk air telaga ini, dia  tidak akan merasakan kehausan saat berada di padang mahsyar.

Itulah sedikit kisah hikmah yang bisa kita jadikan bahan renungan sedalam apa kita sudah menanamkan iman di dalam hati!.

Wallohu 'alam bi showab.

***

Salam fastabiqul khairat!

Bintu Darwis

17 Muharram 1438 H.

#OneDayOnePost

1 komentar:

Subhanallah,,,, trimakash mba ilmunya,,, semoga kta trmsuk org2 yg bsa mnikmati air telaga itu y mba,,, ammiinnn

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates