Kamis, 13 Oktober 2016

"Ternyata Kamu sayang banget yah  ke aku!, Kamu mau  mati-matian belain Aku daripada ngebelain si lusuh itu, padahal kan dia lebih lama membersamaimu". Ucapnya manja.
"Gitu yah...?" tanyaku keheranan.
"Lho iya kan, buktinya banyak tau, Kamu aja yang suka merendah dihadapanku" serunya tersipu malu.

"Ah masak sih, mungkin itu hanya perasaan mu saja" sanggahku tegas.
"Kamu kok ga percaya gitu sih sama Aku, mau aku terangin satu persatu buktinya?" Kali ini dia berbicara dengan nada sedikit membentak.
"Ga mungkin, Aku tuh harus  lebih sayang sama dia, secara aku itu sudah dijodohkan dengannya sejak sebelum lahir, emang sih kamu sempat berkali-kali  mengalihkan perhatianku darinya,  tapi tolong diingat yah, itu hanya saat aku butuh padamu saja!" Bentakku tak kalah keras darinya.
Malam gelap gulita   terasa makin mencekam setelah terjadi percakapan sengit antara diriku  dengan antah berantah itu.
Entah dimana kami  berada saat itu, yang pasti kami sedang sengit beradu argumen. Sampai titik darah penghabisan  akan kupertahankan perjodohan  tersebut  meskipun banyak yang  berusaha mengobrak abrik rencana mulia itu.
***
"Oke baiklah kalau seperti itu maumu, akan aku paparkan  satu persatu untuk membuktikan kalau omonganku yang benar bahwa kamu lebih menyanyangiku dari pada si dia,  simak baik-baik!" Terangnya tenang

"Mulai dari pertama kali  kita berjumpa, kamu dengan sengaja memilih sendiri dimana tempat kita mengadakan perjumpaan perdana, kamu rela merogoh kocek yang lumayan dalam untukmu saat itu hanya demi aku, ingat kan!. Sebelum mengajakku menetap di tempat ini, kamu juga masih sempat memberikan perhiasan untuk melengkapi kecantikanku."
Lamunanku membenarkan pernyataan pertamanya tersebut, tapi aku tetap bersikukuh mempertahankan pilihanku dengan raut muka yang tetap menajam.
"Kelihatannya kamu masih berpura-pura melupakan itu, baiklah akan kuterangkan lebih lanjut. Bukti selanjutnya terdapat dalam keseharian mu membersamainya disamping juga terus membersamaiku, bahkan waktumu lebih banyak untukku daripada untuk si lusuh itu. Kau tak pernah rela sehari pun tidak berjumpa denganku sama sekali, bahkan saat aku harus istirahat kamu masih saja mengajakku bercanda. Beda dengan perlakuanmu pada si lusuh itu. Sebulan ga ketemu dengannya tidak membuat hatimu merasa rindu, sampai dia terlihat lusuh seperti itu. Apa itu caramu membuktikan cinta padanya?" Cerocosnya tanpa jeda.
Aku yang sedari tadi menahan muak dengan sebutan si lusuh pada sang jodoh, hanya bisa memasang muka merah tanpa bisa menyangkal argumennya, sebab pernyataan itu  ternyata ada benarnya.
"Terakhir, agar lebih meyakinkan lagi kalau kamu sebenarnya lebih menyanyangiku daripada jodohmu itu. Di saat waktu istirahatmu, kau tinggal si dia dengan alasan ini itu yang pasti selalu ada saja, padahal di luar jangkaunnya kau ternyata  malah menggunakan kesempatan itu agar lebih leluasa bercanda denganku untuk  kesekian kalinya. Padahal kamu tahu, efek negatif perbuatan mu itu." Terangnya dengan lantang.
***
Sekarang giliran batinku berkecamuk, mengapa semua pernyataan yang ia lontarkan terasa benar adanya, aku telah menduakan jodoh hidupku dengan si baru itu. Padahal, aku sadar jikalau perbuatanku selama ini bakal dimintai pertanggungjawaban  di depan  penghuluku kelak. Apa yang salah dengan kehidupanku, mengapa itu semua tetap saja terjadi?.
Aku mengaku khilaf ternyata selama ini  tak tersadarkan jikalau waktu lebih banyak kugunakan untuk sekadar bercanda dengan si handphone baru itu, aku mengaku  berdosa sebab  selama ini ada saja  alasan  yang memisahkan dengan sang jodoh keabadian, sebuah mukjizat agung yang diberikan kepada  penghulu umat muslim, itulah  AlQuranul Karim. Aku benar-benar mengaku salah.
Ya Rabbi ampuni  segala khilaf dan dosaku selama ini, tanpa hidayahMu, hamba tak mungkin tahu apa yang harus hamba lakukan lagi agar bisa tetap menyayangi sang jodoh lebih dari apapun.
Dengan untaian kasih sayangMu,  hamba akan lebih  memperkuat  tekad dalam usaha  menyanyangi sang jodoh keabadian, semata-mata demi lurusnya jalan cerita  di dunia ini.
***
Salam fastabiqul khairat!
13 Muharram 1438 H.
#OneDayOnePost

5 komentar

Yng belum punya jodoh jadi baper mba zila hehe

REPLY

Beneran kak!
Makasih banyak atas semua ilmu dan motivasinya

REPLY

Huh kazil, blg gabisa mulu.. Nih bikin cerpen idenya keren syekali... Iput bikin cerpen kaga jadi jadi duhh🙈

REPLY

tulisannya enak dibaca k Zee.. ttp smangat menulis ya..


Salam kenal ya Tran Ran - Inspirasi Hati

REPLY

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat

J A Z I L U L A . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates